Liputan6.com, Jakarta Dinamika sosial dan kerusuhan yang mengguncang sejumlah wilayah, dibutuhkan peran banyak pihak untuk mengutamakan sikap humanis. TNI salah satunya.
Di beberapa daerah itu, prajurit TNI, bersama masyarakat membersihkan puing-puing pasca-kerusuhan dan mengevakuasi kendaraan yang terbakar.
Advertisement
Di momen krusial inilah Batalyon Infanteri 411/Pandawa/6/2 Kostrad menyambut komandan baru, Mayor Wahyu Pudji Pamungkas untuk memberi penyegaran.
Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Lapangan Kurusetra, Jalan Veteran No. 01, Salatiga.
Mayor Wahyu, adalah abituren Akademi Militer 2008 Wira Mandala. Secara resmi ia menggantikan Letkol Inf Ilham Datu Ramang sebagai Komandan Batalyon (Danyon) ke-37 pasukan Pandawa.
Acara yang dipimpin Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 6/TSB/2 Kostrad, Kolonel Inf Fardin Wardhana.
“Mayor Wahyu diharapkan membawa inovasi dan meningkatkan prestasi, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat," demikian pesan Fardin, Kamis (04/09/2025).
Sebelum menjadi komandan di Pandawa, Mayor Wahyu, menjabat sebagai Kasubbag Rendik Bagdik Pusdikif Pussenif. Ia bukan wajah baru di Kostrad, dan pengalamannya diharapkan memperkuat pendekatan humanis.
Sementara itu, Letkol Ilham mendapat tugas baru sebagai Dandodiklatpur Rindam VI/Mulawarman di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
“Pandawa bukan hanya pasukan bersenjata, tetapi saudara bagi rakyat. Kami melindungi, bukan menakuti,” kata Letkol Ilham dalam sambutannya.
Mayor Wahyu berkomitmen untuk mengutamakan pendekatan humanis, apapun tugasnya.
“Di tengah tantangan seperti kerusuhan, prajurit Pandawa harus hadir sebagai solusi, mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengorbankan tugas menjaga kedaulatan," katanya.
Dalam Sertijab tersebut diramaikan dengan penampilan prajurit Pandawa dalam pakaian khas Mekanis Raider. Ada juga alutsista Tank M113 A1, Transpoter Scania P360, Mercedes Benz AROCS, dan Maung Pindad.