Bongkar-Bongkar Skuad Manchester City Ala Guardiola: Realistis atau Terlalu Ambisius?

Manchester City belanja besar di bursa transfer 2025. Donnarumma dan Reijnders masuk, sementara Ederson, Gundogan hingga Walker hengkang. Era baru dimulai.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 04 September 2025, 05:53 WIB
Josep Guardiola (c) AP Photo

Liputan6.com, Jakarta Bursa transfer musim panas 2025 menghadirkan perubahan besar di tubuh Manchester City. Pep Guardiola kini memimpin skuad yang jauh berbeda dibandingkan setahun lalu. Sejumlah wajah lama angkat kaki, sementara nama-nama baru datang untuk membuka lembaran baru.

City bergerak cepat sejak awal jendela, terutama karena agenda tampil di FIFA Club World Cup. Namun drama juga terjadi hingga hari terakhir, termasuk transfer Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain dan kepergian Ederson ke Fenerbahce.

Manuel Akanji turut dilepas ke Inter, sementara Ilkay Gundogan dilaporkan segera menuju Galatasaray. Perubahan besar ini menandai transisi generasi di Etihad Stadium.

Kini, pertanyaan besar muncul: Spakah City sudah cukup kuat untuk bersaing di level tertinggi, atau justru langkah berani ini menyisakan celah berbahaya?


Belanja Besar Manchester City di Bursa Transfer 2025

Tijjani Reijnders bakal menggunakan nomor 4 bersama Man City di ajang Piala Dunia Antarklub 2025. (X/Manchester City)

Manchester City mengeluarkan dana sekitar 220 juta pounds untuk merekrut tujuh pemain baru. Nama-nama tersebut adalah Tijjani Reijnders, Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, James Trafford, Gianluigi Donnarumma, Marcus Bettinelli, dan Sverre Nypan.

Di sisi lain, City melepas sejumlah pemain penting. Kyle Walker, Ederson, Manuel Akanji, James McAtee, Yan Cuoto, dan Maximo Perrone keluar. Total pemasukan klub mencapai 80 juta pounds, dengan tambahan potensi dari transfer Gundogan.

Langkah paling menonjol ada di posisi kiper. Donnarumma dan Trafford direkrut untuk menutup era panjang Ederson. Guardiola memastikan regenerasi sektor penjaga gawang selesai hanya dalam satu jendela transfer.

Namun, ada satu posisi yang tidak tersentuh. City memilih tidak mendatangkan bek kanan baru karena tidak ada opsi yang dianggap cocok. Keputusan ini bisa menjadi faktor penentu keberhasilan strategi transfer mereka.


Transisi Generasi: Dari Pemain Senior ke Wajah Baru

Dusan Vlahovic (Juventus) mengawal Rayan Ait-Nouri (Manchester City) dalam laga Club World Cup Grup G antara Juventus dan Manchester City di Orlando, Florida, 26 Juni 2025. (AP Photo/John Raoux)

Bursa transfer kali ini benar-benar mengubah wajah skuad City. Sejumlah pemain berusia 30 tahun ke atas dilepas, termasuk Walker (35), De Bruyne (34), Gundogan (34), Ederson (32), dan Akanji (30). Jack Grealish juga akan berusia 30 tahun pekan depan.

Kini, hanya Bernardo Silva dan John Stones yang tersisa dari skuad legendaris peraih 100 poin musim 2017/2018. Mateo Kovacic dan Nathan Ake menjadi sedikit dari pemain senior di atas usia 30 yang masih bertahan.

Lanjut Baca:

Dampaknya, City kini punya skuad dengan energi baru. Meski ada kekhawatiran soal kurangnya pengalaman, pergantian generasi ini diperlukan agar tim tidak terjebak dalam stagnasi. Guardiola ingin menghindari kondisi skuad yang kelelahan secara mental setelah bertahun-tahun bersama. Transisi ini berlangsung lebih cepat dari rencana jangka panjang. Namun, pesan jelas sudah terlihat: Siklus baru Manchester City resmi dimulai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya