Liputan6.com, Jakarta Manchester City resmi memperkenalkan Gianluigi Donnarumma sebagai rekrutan terakhir musim panas ini. Kiper asal Italia itu menandatangani kontrak lima tahun setelah hengkang dari PSG.
Kedatangannya terjadi hanya dua jam setelah Ederson dipastikan pindah permanen ke Fenerbahce. Donnarumma pun langsung digadang-gadang sebagai penerus utama di bawah mistar Etihad Stadium.
Advertisement
Meski begitu, transfer ini menimbulkan reaksi beragam dari publik dan fans City. Sebagian menyoroti kemampuan distribusi bola Donnarumma, namun pengamat City, Steven McInerney, menegaskan sang kiper terlalu hebat untuk gagal.
Donnarumma Datang Gantikan Ederson
Donnarumma bergabung setelah meraih sukses besar bersama PSG musim lalu. Ia mengantar klub asal Paris itu meraih treble domestik sekaligus Liga Champions pertama dalam sejarah mereka.
Dengan segudang pengalaman meski baru berusia 26 tahun, Donnarumma kini siap menjalani tantangan baru di Premier League. Guardiola pun disebut sudah lama mengincar sang kiper sejak masa remajanya di AC Milan.
Secara statistik, Donnarumma tercatat sebagai penjaga gawang dengan persentase penyelamatan terbaik (74,94%) di antara kiper top Eropa yang mencatat lebih dari 300 saves sejak 2021.
Dukungan Guardiola dan Kritik Fans
Meski kualitasnya tak diragukan, kehadiran Donnarumma tetap memunculkan keraguan. Fans City menyoroti gaya bermainnya yang dianggap kurang cocok untuk filosofi Guardiola dalam membangun serangan dari belakang.
McInerney mengakui kritik itu wajar, namun ia menilai Guardiola pasti sudah menyiapkan solusi. “Mungkin City akan bermain lebih direct, atau memanfaatkan Rodri dan Nico Gonzalez untuk duel bola kedua,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Guardiola jelas percaya penuh pada Donnarumma. Bahkan sejak 2017, pelatih asal Spanyol itu sudah ingin mendatangkannya sebelum akhirnya memilih Ederson.
Optimisme Tak Terbantahkan
Bagi McInerney, Donnarumma sudah membuktikan kapasitasnya sebagai kiper kelas dunia. “Dia baru 26 tahun, sudah juara Euro, meraih treble, bahkan memenangi Yashin Award. Itu pencapaian luar biasa,” katanya.
Menurutnya, City justru melakukan langkah cerdas dengan mengeluarkan sekitar 25 juta pounds untuk Donnarumma setelah melepas Ederson senilai 10 juta pounds. Dengan biaya bersih 15 juta pounds, mereka mendapatkan salah satu kiper terbaik dunia.
“Donnarumma itu fenomena di momen-momen besar. Semua orang bisa bicara soal gaya main, tapi pada akhirnya dia tetap kiper kelas dunia. Itu jawabannya,” tegas McInerney.