Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump pada Selasa (2/9/2025) mengatakan dirinya sangat kecewa dengan kegagalan pemimpin Rusia Vladimir Putin mencapai kesepakatan damai terkait Ukraina, namun dia tidak memberikan penjelasan jelas mengenai konsekuensi apa yang mungkin akan dihadapi Moskow.
Sejak bertemu Putin di Alaska bulan lalu, Trump telah mendesak pemimpin Rusia itu untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Namun yang terjadi sebaliknya, Rusia justru meningkatkan pengeboman di Kyiv, yang memicu kritik baru dari Washington dan Uni Eropa.
Advertisement
"Saya sangat kecewa dengan Presiden Putin, saya bisa katakan itu," ujar Trump dalam acara radio yang dipandu Scott Jennings seperti dilansir CNA. "Kami memiliki hubungan yang hebat, saya sangat kecewa."
Dia berhenti sebelum menyatakan tindakan apa yang akan diambil Amerika Serikat (AS) jika tenggat waktu yang dia tetapkan untuk sebuah kesepakatan berakhir minggu ini.
Trump kadang mengancam akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow, namun di lain waktu dia justru menyarankan agar Rusia dan Ukraina "bertarung sendiri". Kemarin, dia hanya menegaskan akan "melakukan sesuatu untuk membantu orang bisa hidup", tanpa menjelaskan lebih lanjut apa maksudnya.
Saat ditanya kemudian di Oval Office apakah dia telah berbicara dengan Putin baru-baru ini, Trump memberi isyarat adanya perkembangan baru.
"Saya telah mengetahui hal-hal yang akan sangat menarik, saya pikir dalam beberapa hari ke depan Anda akan mengetahuinya," kata dia, menambahkan bahwa akan ada konsekuensi jika Putin dan Zelenskyy gagal bertemu.
Tidak Khawatir dengan Kedekatan China, Rusia, dan Korea Utara
Meski hubungan militer Rusia, China, dan Korea Utara semakin erat, Trump menegaskan dirinya tidak khawatir. Putin sendiri saat ini tengah berada di Beijing bersama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping dalam rangka parade militer China, yang digelar untuk memperingati Hari Kemenangan Perlawanan Rakyat China terhadap Agresi Jepang.
"Saya sama sekali tidak khawatir, tidak," kata Trump dalam acara radio yang sama. "Kami memiliki militer terkuat di dunia sejauh ini dan mereka tidak akan pernah menggunakan militernya terhadap kami. Itu akan menjadi hal terburuk yang bisa mereka lakukan."
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pekan ini bahwa Washington sedang meninjau tanggapannya terhadap tindakan Rusia. Sejak pertemuan puncak di Alaska, ungkap Bessent, Putin justru meningkatkan serangan udara meski sebelumnya sempat memberi sinyal terbuka untuk bernegosiasi.
"Faktanya, dia dengan cara yang tercela telah meningkatkan pengeboman," kata Bessent kepada Fox News. "Jadi saya pikir bersama Presiden Trump, semua opsi ada di meja dan saya rasa kami akan meninjaunya dengan sangat cermat minggu ini."