Kemenpora Ambil Alih Pengelolaan MotoGP Indonesia 2025, Jadi Prioritas Nasional

Mulai tahun 2025, pengelolaan MotoGP Indonesia resmi dipegang Kemenpora, menandai komitmen pemerintah untuk mengangkat ajang balap ini sebagai prioritas nasional dan global.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 02 September 2025, 21:30 WIB
Menteri Pemuda Olahraga, Dito Ariotedjo ketika hadir pada pembukaan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan ajang balap motor bergengsi MotoGP Indonesia di Nusa Tenggara Barat secara resmi akan dikelola langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai tahun 2025.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan event olahraga internasional tersebut. Pengalihan kewenangan ini merupakan bagian dari komitmen serius pemerintah dalam menjadikan MotoGP sebagai prioritas nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memaksimalkan potensi MotoGP Indonesia sebagai pendorong pariwisata, penguat citra internasional, dan akselerator pertumbuhan ekonomi regional.

Event ini tidak hanya dipandang sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai platform strategis untuk menunjukkan Indonesia di kancah global. Transisi pengelolaan ini diharapkan membawa dampak positif yang lebih besar bagi negara.

Proses transisi kewenangan ini melibatkan koordinasi erat antara Kemenpora dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pihak yang sebelumnya bertanggung jawab. Dengan Kemenpora mengambil alih, diharapkan sinergi antarlembaga pemerintah dapat lebih optimal dalam mendukung penyelenggaraan MotoGP.

Ini juga menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam mengangkat standar dan keberlanjutan acara balap motor kelas dunia ini.


Komitmen Pemerintah dan Prioritas Nasional untuk MotoGP

Indonesia akhirnya berkesempatan menjadi tuan rumah satu di antara rangkaian MotoGP 2022, tepatnya di Sirkuit Mandalika. (AFP/Bay Ismoyo)

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen penuh dalam menyukseskan penyelenggaraan MotoGP Indonesia, tidak hanya untuk tahun 2025 tetapi juga untuk tahun-tahun berikutnya.

Menpora Dito Ariotedjo secara tegas menyatakan bahwa event ini telah ditetapkan sebagai prioritas nasional. Prioritas ini didasari oleh dampak signifikan yang diharapkan, meliputi peningkatan sektor pariwisata, penguatan citra positif Indonesia di mata dunia, serta stimulasi pertumbuhan ekonomi di tingkat regional maupun nasional.

Dukungan pemerintah yang kuat ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi penyelenggaraan MotoGP. Dengan adanya prioritas nasional, berbagai kementerian dan lembaga terkait dapat berkoordinasi lebih efektif. Hal ini akan memastikan bahwa semua aspek, mulai dari infrastruktur hingga logistik, siap mendukung kesuksesan acara bertaraf internasional ini.


Kemitraan Jangka Panjang dan Prospek Sirkuit Baru

Sejumlah pembalap memacu motornya saat MotoGP Indonesia 2023 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Minggu (15/10/2023). Berbeda dengan tahun lalu, balapan pada tahun ini diwarnai dengan cuaca cerah dan terik. Selain itu, beberapa kekurangan baik infrastruktur maupun pelayanan yang sempat banyak mendapatkan kritikan mampu diperbaiki pada tahun ini. (AFP/Sonny Tumbaleka)

Komitmen Indonesia terhadap MotoGP tidak berhenti pada penyelenggaraan di Mandalika saja. Pemerintah juga bertekad membangun kemitraan jangka panjang dengan Dorna Sports, promotor utama MotoGP. Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan keberadaan MotoGP di Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Lanjut Baca:

Selain itu, pemerintah juga sedang mempertimbangkan pengembangan sirkuit baru di wilayah lain di Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) nasional untuk pengembangan olahraga balap motor di Tanah Air. Dengan adanya sirkuit tambahan, diharapkan dapat lebih memajukan industri balap motor domestik dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi pembalap muda Indonesia untuk berkembang. Pengembangan infrastruktur balap motor ini mencerminkan visi jangka panjang pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat olahraga otomotif di Asia Tenggara. Langkah ini juga dapat menarik investasi lebih lanjut di sektor pariwisata olahraga. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya