Viral KTA BAIS Ditemukan saat Ricuh Demo, Wakil Panglima TNI: Harusnya yang Tangkap Tak Sebar Identitas

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menanggapi beredarnya informasi anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS) yang ditangkap anggota Brimob di tengah demo ricuh.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiperbarui 01 September 2025, 15:51 WIB
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menanggapi beredarnya informasi anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS) yang ditangkap anggota Brimob di tengah demo ricuh.

Menurut Tandyo, pihak yang menangkap seharusnya tidak membongkar identitas anggota intelijen yang tertangkap.

"Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen," kata Tandyo kepada awak media di gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin.

Pahami Tugas Intelijen

Menurut Tandyo, anggota intelijen memang bertugas untuk mencari informasi tertentu. Salah satu upaya yang lumrah dilakukan seorang intelijen yakni menyamar dan masuk ke dalam kelompok tertentu untuk mendapatkan informasi yang diincar.

"Bila ada informasi yang mencurigakan silakan konfirmasi langsung ke pihak kepolisian terdekat," ujarnya.

Tandyo menilai seorang intelijen lazim bergabung dengan para peserta demonstran demi mencari informasi yang dibutuhkan.

"Saya sampaikan ya, namanya orang memberikan informasi itu kan kita harus masuk di dalam ya, itu kita ikut mereka, kegiatan mereka," kata Tandyo.

 

Viral KTA BAIS saat Demo Ricuh

Tandyo enggan berkomentar saat kembali bertanya personel yang ditangkap Polri beberapa waktu lalu adalah anggota BAIS.

Sebelumnya, viral foto di beberapa akun media sosial yang menunjukkan anggota Brimob Polri menangkap seorang pria diduga anggota Bais. Dia diduga ditangkap saat sedang bersama dengan massa menjalankan aksi demonstrasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya