1.240 Orang Ditangkap Buntut Demo Ricuh di Jakarta

Massa yang diamankan beragam, mulai dari pelajar STM, mahasiswa, guru, hingga warga yang ikut-ikutan.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaAdy AnugrahadiDiperbarui 01 September 2025, 14:07 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 1.240 orang diamankan buntut unjuk rasa yang berakhir ricuh di Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebut, mayoritas orang itu justru berasal dari luar Jakarta.

"Perlu kami sampaikan bahwa untuk saat ini Polda Metro Jaya dari mulai awal kejadian sampai saat ini sudah menangkap sekitar 1.240 ya, yang mana mereka berasal dari wilayah luar Jakarta. Ada yang dari Jawa Barat, ada yang dari Jawa dari Banten," kata Asep Edi di Balaikota, Senin (1/9/2025).

Massa yang diamankan beragam, mulai dari pelajar STM, mahasiswa, guru, hingga warga yang ikut-ikutan. "itu yang kami rekap mulai tanggal 25 sampai tanggal 29 kemarin," ucap dia.

Asep menegaskan pihaknya juga mengincar aktor intelektual sekaligus provokator di balik aksi pembakaran halte dan perusakan fasilitas umum.

"Dan yang untuk melakukan aksi perusakan atau penjarahan kami sudah mendeteksi, sudah tinggal tunggu saja kita akan melakukan upaya tindakan tegas, penangkapan, mohon doanya semuanya bisa berjalan baik," ucap dia.

Asep menambahkan, instruksi sudah jelas datang dari Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI. Aparat TNI-Polri tak segan menindak tegas aksi anarkis, sementara penyampaian pendapat secara damai tetap dihormati.

"Namun bagi yang menyampaikan pendapat secara damai itu adalah tidak bermasalah tidak masalah mudah-mudahan ke depan kota Jakarta akan semakin aman damai " ujar dia.

 

Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan Korban Demo Ricuh di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menanggung biaya pengobatan korban luka akibat unjuk rasa yang berujung rusuh di Jakarta. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melaporkan ada 716 orang warga yang terluka di luar Polri.

"700 lebih tadi semua biaya ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta," kata Pramono di Balaikota, Senin (1/9/2025).

Selain itu, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri yang ikut mengawal aksi unjuk rasa. "Dalam kesempatan ini sekali lagi kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda," ucap dia.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengungkap kerugian materil yang diakibat oleh unjuk rasa berakhir rusuh yang terjadi beberapa hari terakhir di Jakarta. Dia menyebut, setidaknya 22 halte Transjakarta rusak, enam di antaranya ludes terbakar.

Pramono menyebut sisanya 16 halte juga tak luput dari aksi vandalisme dan kaca pecah, kursi hancur, serta dinding penuh coretan.

"Akibat unjuk rasa ada 22 halte Transjakarta baik yang BRT maupun non-BRT serta satu pintu tol yang terdampak. Dari sejumlah tersebut, 6 halte Transjakarta terbakar dan dijarah. Kemudian ada 16 halte Transjakarta yang dirusak dan kemudian dilakukan coret-coret vandalisme dan sebagainya," kata Pramono di Balaikota Jakarta, Senin (1/9/2025).

 

Kerusakan Infrastruktur

Kerusakan tak main-main. Infrastruktur MRT mencapai Rp 3,3 miliar, Transjakarta Rp 41,6 miliar, sementara CCTV dan fasilitas pendukung lain Rp 5,5 miliar. Total kerugian mencapai Rp55 miliar.

"Sodara-sodara sekalian, kemarin ada pertanyaan mengenai estimasi kerugian. MRT Jakarta kerusakan infrastruktur untuk MRT sebesar Rp 3,3 miliar, MRT. Transjakarta kurang lebih Rp 41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV infrastruktur lainnya Rp 5,5 miliar sehingga total kerusakan ada Rp 55 miliar," ucap dia.

Pemprov bergerak cepat. Pembersihan mulai dilakukan sejak Sabtu, dan perbaikan ditarget rampung 8–9 September.

"Mudah-mudahan baik yang rusak sedang, rusak berat, akan bisa kita selesaikan tanggal 8 atau 9 September," ucap dia.

Meski fasilitas rusak parah, layanan Transjakarta tak berhenti. Per 1 September pagi, 14 koridor sudah kembali normal.

"Dan memang ada sedikit hambatan tetapi kami yakin sekarang ini pasti sudah normal," tandas dia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya