30 Menit Upaya Selamatkan Rheza Sendy Pratama Mahasiswa Amikom Meninggal saat Demo

Rheza Sendy Pratama meninggal di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Saat tiba di RS, Kondisi Rheza cukup mengenaskan.

oleh Kukuh SetyonoDiperbarui 01 September 2025, 12:56 WIB
Rheza Sendy Pratama, Mahasiswa Amikom Yogya Meninggal saat Ricuh Demo di Polda. (Liputan6.com/Purnomo Edi)

Liputan6.com, Jakarta Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta itu meninggal dunia usai aksi demonstrasi di Polda DIY pada Sabtu (30/9) malam hingga Minggu (31/8) pagi. Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyatakan, saat tiba di RS, kondisi Rheza Sendy Pratama cukup mengenaskan. Rheza sudah tidak sadarkan diri.

Tim medis berusaha melakukan penyelamatan dengan menggunakan alat pacu jantung. Namun nyawanya tidak tertolong.

"Satu pasien yang kami terima terus dinyatakan meninggal datang pada Sabtu dini hari dalam kondisi jelek. Tiba pukul 06.30 WIB, tim medis berusaha menyelamatkan namun pukul 07.06 WIB dinyatakan meninggal," kata Banu pada Senin (1/9/2025).

Rheza Sendy Mahasiswa Amikom Yogya Meninggal saat Demo. (Liputan6.com/Purnomo Edi)

Penyebab Kematian

Mengenai penyebab kematiannya, Banu  menyatakan secara medis Rheza mengalami henti jantung. Sedangkan terkait dengan kondisi fisiknya, karena keluarga tidak ingin dilakukan visum maka pihak Sardjito tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Banu menuturkan, pihak RS Sardjito telah mengeluarkan surat keterangan kematian yang saat ini sudah disimpan dan jika nanti pihak hukum memintanya akan diserahkan.

"Mengenai korban yang meninggal dalam aksi apa dan dimana kita tidak tahu," jelasnya.

 

RSUP Dr Sardjito menjadi salah satu rs rujukan utama penanganan Covid-19 di Yogyakarta. Kesiapan dan fasilitas yang mumpuni membuat RS ini menjadi rujukan pasien positif Corona Covid-19.

29 Orang Pendemo Dirawat, 14 Sudah Boleh Pulang

Selama aksi massa sejak Jumat (29/8/2025) sampai Senin (1/9/2025) pagi, RS Sardjito menerima dan merawat 29 pendemo yang kebanyakan berusian dibawah 26 tahun. Dua diantaranya berasal dari Purworejo dan satu adalah Rheza yang kemudian meninggal. 

Kebanyakan korban yang dirawat mengalami luka robek dan beberapa patah tulang. Sebanyak 14 pasien sudah diperbolehkan pulang. 

Pada Minggu (31/9/2025) malam, usai bertakziah ke rumah duka Rheza di Mlati, Sleman. Kapolda DIY  Irjen Anggoro Sukartono menyatakan pihak keluarga tidak akan melakukan laporan ke polisi terkait penyebab kematian. 

"Keluarga tidak ingin dilakukan visum atau membuat laporan. Namun jika nanti memang ingin melapor, kita siap mengusut tuntas kasus kematian almarhum Rheza," katanya.

Hari ini mahasiswa se-Yogyakarta melakukan aksi damai di bunaran Universitas Gadjah Mada. Direncanakan sesuai aksi, mereka akan bergerak ke makam Rheza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya