Liputan6.com, Jakarta Manchester City kembali tergelincir di Premier League setelah takluk dari Brighton (1-2) di Amex Stadium pada Minggu 31 Agustus 2025. Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun, memunculkan sorotan besar terhadap awal musim mereka yang buruk.
Rodri, gelandang andalan City, tampil sebagai sosok paling vokal usai pertandingan. Ia menuding rekan setimnya melakukan kesalahan mendasar yang tidak seharusnya terjadi di level tertinggi.
Advertisement
Hasil ini menambah tekanan bagi Pep Guardiola dan skuadnya, yang kini terdampar di posisi ke-12 klasemen. Awal musim yang mengecewakan jelas menimbulkan tanda tanya besar terhadap kemampuan City mempertahankan dominasinya.
Kekalahan Pahit di Amex Stadium
City sempat unggul lebih dulu melalui gol Erling Haaland pada menit ke-34. Namun, setelah jeda, permainan mereka menurun drastis dan membuka peluang bagi tuan rumah.
Matheus Nunes menjadi sorotan setelah melakukan handball di kotak penalti. Mantan gelandang City, James Milner, memanfaatkan kesempatan itu untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-67.
Petaka berlanjut di menit-menit akhir ketika lini belakang City kehilangan konsentrasi.
Kombinasi Georginio Rutter, Kaoru Mitoma, dan Brajan Gruda menembus pertahanan untuk mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-89.
Kritik Tajam Rodri
Rodri tidak menahan amarahnya saat diwawancara pasca-laga. Ia menegaskan bahwa timnya melakukan kesalahan dasar yang seharusnya tidak terjadi.
"Kami kecewa karena kami Manchester City dan datang untuk menang, tapi inilah kenyataannya. Kami tidak berada di level yang seharusnya," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya introspeksi. "Satu-satunya cara untuk bangkit adalah melihat diri sendiri. Kami memulai dengan baik, tapi di babak kedua kami lengah. Dua kesalahan membuat hasil berubah jadi 2-1," tambahnya.
Bagi Rodri, alasan adaptasi pemain baru tidak bisa dijadikan pembenaran. Menurutnya, City harus segera menemukan kembali standar tinggi yang selama ini menjadi identitas klub.
Tantangan Guardiola dan Awal Musim Sulit
City telah mengeluarkan dana lebih dari 150 juta pounds untuk mendatangkan nama-nama baru seperti Rayan Ait-Nouri, Rayan Cherki, Tijjani Reijnders, dan James Trafford. Meski begitu, perubahan besar justru membawa tantangan dalam menemukan ritme permainan.
Rodri menyebut bahwa proses adaptasi memang tidak mudah, tetapi itu bukan alasan untuk menoleransi penampilan buruk. "Kami kehilangan level permainan. Ketika banyak perubahan, situasi memang sulit, tapi ini bukan cara untuk meraih kesuksesan," katanya.
Setelah jeda internasional, City akan menghadapi laga berat melawan rival sekota, Manchester United, pada 14 September. Guardiola kini dituntut menemukan solusi cepat agar timnya bisa keluar dari keterpurukan di awal musim.