Liputan6.com, Jakarta Salah satu desainer Tanah Air, Unilahwati berbagi ulasan terkait fenomena busana muslim dengan beragam corak, warna, dan potongan. Ia menyebut perkembangan beragam koleksi busana muslim membuktikan bahwa kreativitas sejatinya tak pernah mati.
Mereka yang berbusana lebih tertutup tak kehilangan kesempatan untuk mengekspresikan diri sembari tetap berpegang keyakinan kepada Sang Khalik. Setidaknya itu yang dirasakan Unilahwati selama berkiprah di panggung seni khususnya mode.
Advertisement
“Kami percaya bahwa setiap muslimah harus mampu mengekspresikan gaya pribadinya sekaligus berpegang teguh pada keyakinan agama,” katanya lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Sabtu (30/8/2025).
Di sisi lain, Unilahwati mengamini bahwa sekarang era kolaborasi. Tak heran jika dua desianer dari lini busana berbeda bisa bergandeng tangan melahirkan karya seni berupa koleksi busana bergaya baru.
Sopan Sesuai Syariat Islam
Unilahwati menyampaikan ini setelah menggelar kajian Spiritual Healing “Menyembuhkan Hati dan Mempercantik Jiwa.” Acara ini menampilkan fashion show koleksi terbaru lini busana Nobby sekaligus memperkenalkan Yutie Syar’i.
“Yutie Syarie menampilkan Lumara Collection dan An-Nur Collection. Lini busana ini mendedikasikan diri untuk pakaian sopan dan sesuai syariat Islam. Kalau Nobby fokus pada busana muslim bergaya elegan dan classy,” ujar Unilahwati.
Tak Hanya Indah Dipandang
Membesarkan dua lini busana dengan karakter masing-masing, Unilahwati berjanji tidak akan keteteran dalam menghasilkan karya nyaman sekaligus menginspirasi para pencinta mode. Baginya, fashion tak hanya soal penampilan luar.
“Saya dan tim menghadirkan modest fashion yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga bermakna bagi muslimah. Saat meletakkan fondasi Nobby, saya menyadari modest fashion bukan hanya tentang penampilan luar, tapi juga menyentuh hati dan jiwa,” imbuhnya.
Lebih Segar dan Elegan
Ini disampaikan Unilahwati sembari memperkenalkan situs resmi Nobby dengan desain lebih segar, elegan, sekaligus mudah digunakan. Ini bukan kali pertama Unilahwati bikin gebrakan di dunia mode Indonesia.
Sebelumnya pada Mei 2025, Unilahwati melahirkan koleksi busana Maharani di Indonesia Fashion Week (IFW) 2025. Maharani berarti ratu atau wanita cantik. Koleksi busana ini mengusung tema “City Chapter” yang mencuri perhatian publik.
“Koleksi ini merefleksikan bagaimana wanita masa kini menulis babak baru dalam hidupnya yakni mengejar impian, membangun karier, dan menjalani hidup dengan percaya diri tanpa kehilangan sentuhan feminitas,” terang Unilahwati, kala itu.