Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) Jawa Barat, Rescky Noereal menyampaikan imbauan damai kepada seluruh pengusaha pribumi yang ada di seluruh Provinsi Jawa Barat. Hal ini disampaikan guna menyikapi situasi aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai wilayah di Jawa Barat dan sejumlah daerah lain di Indonesia pekan terakhir Agustus ini.
Rescky menyatakan, rasa duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi selama aksi demonstrasi di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Terutama, atas jatuhnya korban serta terganggunya kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Advertisement
Menurut dia, DPD HIPPI Jawa Barat mengapresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi (KDM) yang dinilai sigap dan hadir langsung di tengah masyarakat saat situasi memanas.
“Kehadiran beliau di lapangan menunjukkan kepemimpinan yang peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga ketenangan masyarakat,” ujar Rescky melalui siaran pers diterima, Minggu (31/8/2025).
Melalui DPD HIPPI Jabar, dia mengajak seluruh pengusaha pribumi, khususnya di wilayah Jawa Barat, untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang mengandung unsur SARA.
"Semangat kepribumian tidak boleh dimaknai sebagai bentuk “perbedaan”, melainkan sebagai manifestasi semangat nasionalisme dan persatuan," ujar dia.
Doakan Situasi Kondusif
Bersama seluruh pengurus DPD HIPPI Jawa Barat, dia pun merangkul semua pihak untuk bersama-sama mendoakan agar situasi segera kondusif serta berharap pemerintah dapat menemukan solusi terbaik dan berkeadilan yang dapat menjaga stabilitas nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
"Yang paling terdampak dari kondisi chaos ini adalah para pedagang kecil dan pelaku usaha mikro yang setiap harinya mencari nafkah di jalanan. Mereka adalah bagian penting dari ekonomi rakyat yang wajib kita lindungi,” ungkap Rescky.
Rescky berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret dalam menjawab keresahan masyarakat dan menghadirkan kebijakan nyata demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
"Pernyataan ini diharapkan menjadi suara moral sekaligus seruan persatuan dari kalangan pengusaha pribumi, untuk menjaga ketenangan sosial serta memperkuat komitmen terhadap pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan," dia menandasi.