Massa Aksi Demo Bakar Pos Polisi Lalu Lintas di Kota Serang Banten

Pos polisi lalu lintas di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten dirusak kemudian dibakar oleh massa aksi, Sabtu (30/8/2025).

oleh Yandhi DeslatamaDiperbarui 30 Agustus 2025, 23:06 WIB
Pos polisi lalu lintas di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten dirusak kemudian dibakar oleh massa aksi, Sabtu (30/8/2025). (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Serang - Pos polisi lalu lintas di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten dirusak kemudian dibakar oleh massa aksi, Sabtu (30/8/2025).

Seluruh kaca pos polisi lalu lintas juga telah hancur dan tidak bisa digunakan lagi.

Massa aksi dari mahasiswa, pelajar hingga pengemudi ojek online (pengemudi ojol) berdemonstrasi sejak Sabtu sore, 30 Agustus 2025, sebagai bentuk kemarahan mereka atas penabrakan yang dilakukan Brimob ke Afan Kurniawan, pada Kamis malam, 21 Agustus 2025.

Mahasiswa dari berbagai kampus di Serang Banten juga menolak segala kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Kemudian, meminta kasus penabrakan driver ojol, Afan Kurniawan

"Kebrutalan ini Ini menunjukkan bahwasanya negara tidak mau mendengar aspirasi dari masyarakatnya. Kedua, negara sudah berniat menyakiti bahkan membunuh masyarakatnya," ujar Nurul Fikri, humas Aliansi Simpul Sipil (Asisi) Banten, dilokasi aksi, Sabtu (30/08/2025).

Sekitar 1.000 massa aksi masih memblokade perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten sehingga arus lalu lintas lumpuh total.

Arus lalu lintas dialihkan oleh polisi. Demonstrasi juga dijaga oleh prajurit TNI dari Kodim Serang dan Korem 064/Maulana Yusuf.

"Apalagi dengan adanya tindakan-tindakan brutalitas dan bahkan sampai membunuh, ya kita tunjukkan bahwasanya hari ini masyarakat bersatu," jelas Nurul.

Sebelumnya, Gedung Negara Grahadi Surabaya sisi barat dibakar massa demonstran, sekitar pukul 21.38 WIB, Sabtu (30/8/2025).

Area tersebut terdapat sejumlah ruangan salahnya satunya adalah Press Room atau ruang wartawan yang biasa meliput kegiatan Gubernur Jawa Timur atau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Kurang lebih satu jam setengah setelah Bu Khofifah menemui massa demonstran, mereka mulai melempar botol hingga bom molotov ke dalam Gedung Negara Grahadi Surabaya sisi barat," ujar salah satu saksi mata, Anwar warga Gubeng Surabaya, Sabtu (30/8/2025).

 

Sisi Barat Gedung Negara Grahadi Surabaya Dibakar Massa Demonstran, Printer Dijarah

Gedung Grahadi Surabaya sisi barat dibakar massa demonstran, sekitar pukul 21.38 WIB, Sabtu (30/8/2025). (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Anwar mengaku sengaja datang ke depan Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur untuk melihat suasana wisata demo di malam hari.

"Tapi ini sudah keterlaluan, demo ya demo tapi jangan sampai membakar dan menjarah printer di dalam gedung Negara Grahadi Surabaya," ucap Anwar.

Dari pantauan di lapangan, massa demonstran masih tetap berada di depan gedung Negara Grahadi Surabaya. Petugas keamanan tidak ada yang menghalau massa demonstran.

Dar der dor suara petasan masih bersautan hingga pukul 22.30 WIB. Jumlah mereka masih tetap banyak memadati Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur atau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemui massa demonstran di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (30/8/2025).

Dia menyampaikan pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya terkait pembebasan massa aksi yang ditahan, menyusul sudah ada dua orang dibebaskan siang tadi.

"Sekarang masih di Polrestabes Surabaya, dibebaskan malam ini. Bisa bertelfon dengan Pak Kapolda (Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur), karena tadi siang sudah ada dua yang dibebaskan. Jadi kita akan koordinasi ke Poltabes," ujar Gubernur Jatim Khofifah, Sabtu (30/8/2025).

 

Gubernur Jatim Khofifah Temui Massa Demo di Depan Gedung Grahadi Surabaya

Gubernur Jawa Timur atau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemui massa demonstran di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025). (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Menurut Khofifah, warga Jawa Timur yang ditahan adalah masyarakat yang selama ini bekerja keras dan berkontribusi positif dalam pembangunan.

"Ya tentu harapannya kalau sudah selesai tercapai saya rasa mereka warga Jatim yang baik, yang saya bersama di pemerintahan lima tahun ini mereka kerja keras luar biasa," ucap Khofifah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansajuga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi saat demo.

"Saya berharap jangan anarkis, jangan terprovokasi," jelas Khofifah.

Hingga berita ini dibuat, massa memadati area depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, sambil melakukan pelemparan botol, bakar-bakar dan menyalakan petasan.

Infografis Kronologi Demo 28 Agustus 2025 Berujung Ricuh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya