IHSG Anjlok Hari Ini, Investor Harus Bagaimana?

IHSG terperosok 2,27% pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (29/8/2025), menembus level support penting. Dengan IHSG melemah, analis ingatkan ini ke investor.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 29 Agustus 2025, 14:24 WIB
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat, 29 Agustus 2025. IHSG hari ini pada sesi pertama anjlok 2,27% ke posisi 7.771,28. 

Koreksi tajam IHSG ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah. Selain itu, aksi demonstrasi yang merebak di dalam negeri turut menjadi sentimen negatif. Kondisi domestik ini dinilai lebih kuat memicu tekanan dibandingkan faktor global.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.913,86 dan level terendah 7.767,17. Sebanyak 662 saham melemah sehingga bebani IHSG. 89 saham menguat dan 49 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.625.838 kali dengan volume perdagangan 34 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,3 triliun.

Pada perdagangan sesi pertama, mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham industri naik 0,13%. Sektor saham siklikal merosot 4,69%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur turun 3,5% dan sektor saham properti tergelincir 3,41%.

Selain itu, sektor saham energi susut 2,71%, sektor saham basic terpangkas 3,47%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal melemah 1,7%, sektor saham kesehatan melemah 1,76%, sektor keuangan terpangkas 2,55%, sektor saham teknologi susut 2,47%, dan sektor saham transportasi melemah 1,79%.

Pada pembukaan perdagangan sesi kedua, IHSG mulai kembali naik. Pada pukul 14.20 WIB, IHSG turun 1,25% ke posisi 7.853. Indeks LQ45 susut 1,25% ke posisi 801.

Gerak Saham pada Sesi Pertama

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Harga saham BBCA turun 1,8% ke posisi Rp 8.175 per saham. Harga saham BBCA dibuka melemah 25 poin ke posisi Rp 8.250 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.275 dan terendah Rp 8.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 36.089 kali dengan volume perdagangan 1.019.462 saham. Nilai transaksi Rp 838,2 miliar.

Harga saham ANTM susut 2,35% ke posisi Rp 2.910 per saham. Harga saham ANTM dibuka melemah 20 poin ke posisi Rp 2.960 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 3.020 dan terendah Rp 2.910 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.550 kali dengan volume perdagangan 969.930 saham. Nilai transaksi Rp 285,5 miliar.

Di sisi lain, harga saham COCO naik 9,38% ke posisi Rp 525 per saham. Harga saham COCO berada di level tertinggi Rp 525 dan terendah Rp 625 per saham. Total frekuensi perdagangan 210 kali dengan volume perdagangan 47.880 saham. Nilai transaksi Rp 2,5 miliar.

Kata Analis

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, pada pembukaan IHSG melemah seiring ada aksi demonstrasi terutama pada Jumat, 29 Agustus 2025.

“Bahkan kondisi politik dan keamanan domestik berpengaruh besar terhadap pelemahan IHSG pagi ini,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, kinerja IHSG pada September selama lima tahun terakhir rata-rata tergolong bearish. Akan tetapi, IHSG pada Oktober hingga Desember tergolong bullish. “Bila IHSG konsisten di perdagangkan di bawah 7.750, potensi bearish consolidation phase terbuka lebar,” kata dia.

Di tengah koreksi IHSG, Nafan mengatakan, untuk mengakumulasi seleksi saham dengan prospek yang solid. “Beli saat harga sudah turun dalam, realisasikan keuntungan jika perlu, dan utilisasi manajemen risiko secara efektif,” kata dia.

 

Wait and See

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu,  Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Saat ini, rupiah berada di posisi 16.450 per dolar AS.

“Di sisi lain, ada aksi profit taking dari para investor dengan adanya perkembangan dari aksi penyampaian pendapat dari beberapa elemen dan menimbulkan insiden kemarin,” ujar dia.

Ia menambahkan, dengan terkoreksinya IHSG, investor dapat cenderung wait and see sambil mencermati perkembangan domestik yang terjadi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya