KLB Campak Sumenep, Menkes Budi Targetkan 70 Ribu Anak Diimunisasi

Imunisasi massal digelar di Sumenep sebagai respons terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sana. Ditargetkan dalam 2 minggu selesai mengimunisasi 70 ribu anak di Sumenep.

oleh Benedikta DesideriaDiperbarui 29 Agustus 2025, 08:19 WIB
Imunisasi massal campak digelar di Sumenep. Ditargetkan 70 ribu anak mendapatkan imunisasi tersebut dalam 2 pekan ke depan. (Dok Kemenkes)

Liputan6.com, Sumenep Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa campak merupakan penyakit yang menular. Bahkan lebih menular dari COVID-19.

“Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu COVID-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke-2 atau ke-3. Campak itu satu orang bisa nularin ke-18,” kata Budi saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, Kamis, 28 Agustus 2025.

Meski sangat menular penyakit ini sudah ada vaksin yang efektif untuk mencegah penularan.

"Sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi,” kata Budi mengutip keterangan tertulis Kemenkes RI.

Mengingat campak bisa menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi maka digelar imunisasi massal di Sumenep yang mengalami kejadian luar biasa (KLB). Ditargetkan 70 ribu anak-anak di Sumenep mendapatkan imunisasi massal campak.

"Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak,” ucap Menkes Budi.

Mengenai pasokan vaksin campak, Budi mengatakan cukup. Ada 11 ribu vial vaksin, 1 vial rata-rata bisa dipakai untuk delapan orang.

"Jadi, cukup untuk 80 ribu anak,” ungkap Menkes Budi.

Hoaks Hambat Imunisasi

Budi juga mengingatkan untuk tidak mempedulikan hoaks terkait imunisasi.

“Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu,” ujar Budi.

20 Anak Meninggal karena Campak

Budi berharap usai imunisasi massal tak ada lagi anak yang meninggal akibat penyakit itu. Sebelumnya, tercatat ada 20 anak meninggal terkait campak di Sumenep.. 

"Yang meninggal sudah 20. Dan kita harapkan dalam 2 minggu ke depan (kasus meninggal) berhenti di sana dan tidak naik," ujarnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya