Dua Demo Ricuh dalam Sepekan

Dalam waktu kurang dari satu pekan, ada dua demo yang berlangsung di Jakarta. Namun sayangnya, dua kali demonstrasi yang terjadi di Jakarta berakhir ricuh. Seperti apakah?

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 29 Agustus 2025, 06:30 WIB
Pengamanan Demo DPR 25 Agustus 2025

Liputan6.com, Jakarta - Dalam waktu kurang dari satu pekan, ada dua demo yang berlangsung di Jakarta. Namun sayangnya, dua kali demonstrasi yang terjadi di Jakarta berakhir ricuh.

Kapan dan bagaimana kejadiannya? Demo pertama berlangsung pada Senin 25 Agustus 2025.

Demo yang digelar oleh sejumlah elemen masyarakat tersebut menyoroti isu sensitif, seperti tingginya tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat luas.

Para pendemo mempertanyakan gaji dan tunjangan anggota DPR yang melebihi Rp 100 juta. Kericuhan pecah mulai siang ketika massa mencoba mendekati pagar utama Gedung DPR.

Polisi menembakkan meriam air (water cannon) untuk menghalau massa aksi yang mulai anarki dengan melempari petugas. Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.50 WIB, Senin 25 Agustus 2025, polisi memukul mundur massa aksi dengan menyisir Jalan Gatot Subroto.

Petugas juga terus mengimbau kepada massa aksi untuk mundur dan meninggalkan lokasi aksi karena situasi sudah tidak kondusif. Setelah dipukul mundur di depan Gerbang Utama, massa berpindah ke Gerbang Pancasila dan menutup Jalan Gelora.

Situasi sempat mencekam saat petasan diledakkan saat demo 25 Agustus 2025. Ledakan bikin membuat massa kaget, bahkan seorang peserta aksi terluka di tangan dan buru-buru dibawa kabur dengan sepeda motor.

Massa kemudian berhasil mendobrak pintu kecil Gedung DPR, lalu menyeret satu unit motor ke dalam dan langsung membakarnya.

Api membumbung tinggi, asap hitam mengepul. Tak puas, massa juga merusak pos satpam DPR. Polisi bergerak menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.

 

Demo 25 Agustus 2025, Pos Polisi Jadi Saksi Bisu Amukan Massa

Pos Polisi Porak-poranda usai aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025) (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Sejumlah elemen massa menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat, Senin 25 Agustus 2025.

Aksi diwarnai kericuhan di berbagai titik akibat massa dipukul mundur dari Gerbang Utama. Mereka lari tunggang-langgang menghindari gas air mata yang diletupkan oleh aparat kepolisian.

Akibatnya kosentrasi massa terpecah di berbagai titik mulai dari Jalan Gerbang Pemuda, Kolong Tol Slipi, Jalan Pejompongan Raya dan Jalan Gelora. Bahkan, banyak fasilitas umum rusak akibat ulah pengunjuk rasa.

Meski, hujan sempat mengguyur Jakarta pada malam hari, tak menyurutkan semangat mereka untuk terus berunjuk rasa.

Namun, tak seperti biasanya. Orasi-orasi dari mobil komando tak terdengar lagi. Massa hanya memekikan suara "Bubarkan DPR". Seperti yang terpantau di Jalan Gerbang Pemuda hingga pukul 19:12 WIB.

Jalanan masih basah. Di antara riuh sirene dan gas air mata yang baru saja diredakan, sebuah pos polisi yang biasanya jadi tempat petugas berteduh, kini porak-poranda.

Jendela pecah berantakan, dindingnya kotor dengan grafiti. Di bagian dalam kondisinya juga miris, batu dan tanah-tanah menyatu dengan lantai

Beberapa jam sebelumnya, suara orasi dan teriakan massa mahasiswa serta pelajar memekakkan telinga di Gerbang Utama DPR/MPR dan di Gerbang Pancasila DPR.

Aksi sempat diwarnai kericuhan batu dan botol beterbangan. Sementara polisi, mereka lepaskan gas air mata untuk meredam situasi.

 

Demo 28 Agustus 2025 Juga Berakhir Ricuh

Demo di depan Gedung DPR/MPR RI. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Demo kembali berlangsung pada Kamis 28 Agustus 2025. Massa unjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Senayan Jakarta pun mulai ricuh.

Sejumlah pendemo tampak melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pelemparan botol dan membakar petasan ke arah gedung DPR.

Pantauan Liputan6.com, usai massa buruh membubarkan diri, ratusan orang tampak datang dan memenuhi area depan gerbang DPR.

Mereka pun langsung melakukan sejumlah tindakan anarkis, seperti membakar ban, plastik dan beberapa benda plastik. Massa juga melemparkan botol atau sejumlah benda keras ke arah gedung DPR yang dijaga ketat aparat kepolisian.

Tak hanya itu, massa juga terlihat membakar sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan buruh ke DPR. Sejumlah orasi yang berisikan umpatan dan tuntutan ke DPR juga disuarakan oleh massa pendemo.

Aksi massa ini mendapatkan respons dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Polisi meminta agar massa tidak melakukan tindakan anarkis seperti melempar botol atau memanjat pagar.

"Tolong adik-adik agar tertib. Sampaikan aspirasi dengan sewajarnya. Tidak melakukan tindakan anarkis. Tolong jangan ada yang melempar. Yang memanjat tolong turun," tegas salah seorang anggota polisi melalui pengeras suara.

 

Massa Blokir Jalan Tol Dalam Kota, Beton Pembatas Jalan Porak-Poranda

Demo 28 Agustus di Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Ady)

Demo depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berlangsung ricuh. Massa yang melakukan aksi anarkis depan gedung DPR bergerak ke dalam ruas Tol Dalam kota dan melakukan pemblokiran Jalan. Kendaraan pun akhirnya terhenti dan tidak bisa bergerak.

Pantauan Liputan6.com pendemo menutup Tol dalam kota arah Slipi dan Cawang. Tindakan itu membuat kendaraan pun tertahan dan tak bisa melintas.

Polisi pun melakukan upaya mengurai kemacetan kendaraan dengan memutarbalikkan kendaraan yang mengarah ke Slipi ke arah Semanggi.

Kemudian, polisi memukul mundur massa ke dua arah. Massa dari Gerbang Pancasila diarahkan ke Tomang/Grogol, sementara dari depan Gedung DPR digiring ke kawasan Senayan Park

Berdasarkan pantuan Liputan6.com, suasana di depan Gedung DPR terlihat berantakan. Pembatas jalan yang semula berjejer rapi, nampak dibongkar paksa.

Pembatas jalan beton yang memisahkan jalur Transjakarta dan jalur umum nampak tidak beraturan. Sebagian beton pembatas jatuh, yang lainnya nampak berpindah tempat cukup jauh.

Infografis Kronologi Demo 28 Agustus 2025 Berujung Ricuh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya