Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali harus menanggung malu usai disingkirkan Grimsby Town di putaran kedua Carabao Cup 2025/2026. Ironisnya, salah satu sosok yang berperan besar dalam kekalahan itu justru adalah mantan jebolan akademi mereka sendiri, Tyrell Warren.
Bek berusia 26 tahun tersebut mencetak gol kedua untuk Grimsby sekaligus menjadi eksekutor penalti yang sukses saat laga berlanjut ke adu tos-tosan. Aksi impresifnya menambah tekanan pada pelatih Ruben Amorim, yang semakin kesulitan mengangkat performa Setan Merah.
Advertisement
Bagi Warren, momen itu terasa seperti lingkaran penuh. Ia pernah menghabiskan masa mudanya di akademi United, satu angkatan dengan Marcus Rashford dan Scott McTominay.
Namun, setelah dilepas pada 2019, Warren harus berjuang membangun karier dari bawah bersama Salford City hingga akhirnya menemukan tempat di Grimsby.
Pengalaman Warren di MU
Meski tak pernah menembus tim utama United, Warren punya pengalaman langka: mengikuti sesi latihan pertamanya di bawah asuhan Jose Mourinho saat masih berusia 17 tahun.
“Rasanya gila. Saya tak menyangka. Pulang dari liburan musim panas, Nicky Butt memberi tahu kalau saya akan berlatih dengan tim utama. Itu kejutan besar,” kenang Warren kepada Manchester Evening News.
Ia mengaku banyak belajar dari Mourinho meski hanya sebatas latihan. “Tempo latihan, kerasnya persaingan, semua itu saya bawa kembali ke tim akademi. Itu pengalaman berharga,” tambahnya.
Sahabat Dekat Rashford
Rekan-rekan seangkatannya banyak yang berhasil menembus tim utama: Rashford, McTominay, Axel Tuanzebe, Dean Henderson, hingga Cameron Borthwick-Jackson. Namun, Warren tetap menjaga persahabatan dengan Rashford yang kini dipinjamkan ke Barcelona.
Kedekatan keduanya terbukti masih erat. Mereka bahkan berlibur bersama sebelum musim dimulai, lengkap dengan latihan pribadi demi menjaga kebugaran.
“Kami berasal dari daerah yang sama di Manchester, jadi mudah untuk saling akrab. Rashford pun masih sering datang menonton pertandingan saya bersama teman-teman lain. Dia tidak lupa pada persahabatan,” ujar Warren.
Ironi Warren dan MU
Warren optimistis sahabatnya itu akan kembali menemukan performa terbaik di Spanyol. Sementara itu, di MU, dampak ketiadaan Rashford justru semakin terasa. Amorim yang kesulitan membalikkan keadaan mungkin berharap punya satu sosok penentu seperti Warren di lini serangnya.
Ironisnya, di malam penuh kekecewaan itu, hanya satu lulusan akademi Carrington yang benar-benar bersinar, dan ia melakukannya bukan untuk Manchester United, melainkan untuk Grimsby Town.
Sumber: Manchester Evening News