Gianluigi Buffon Sindir Kualitas Serie A: Dari Liga Bergengsi Kini Jadi Sekadar Batu Loncatan Karier Pemain

Menurut Buffon, meski hal ini terkesan sebagai penurunan pamor, ada sisi positif yang bisa dipetik

oleh Asad ArifinDiperbarui 27 Agustus 2025, 19:54 WIB
Gianluigi Buffon. (Marco BERTORELLO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Legenda hidup Italia, Gianluigi Buffon, melontarkan sindiran pedas terhadap kondisi terkini Serie A. Sang mantan kiper Juventus itu menilai kasta tertinggi sepak bola Italia kini tak lagi menjadi tujuan utama bagi para pemain top.

Buffon melihat Serie A kini hanya sekadar batu loncatan sebelum meraih karier yang lebih besar di luar negeri.

Buffon, yang kini menjabat sebagai ketua delegasi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), menilai realitas itu tak bisa dihindari. Serie A yang dulu dikenal sebagai liga paling glamor di Eropa, kini tertinggal jauh dari Premier League, La Liga, bahkan Saudi Pro League.

Fenomena terbaru pun mempertegas ucapan Buffon. Sejumlah pemain Italia mulai hijrah ke luar negeri, termasuk Giovanni Leoni yang resmi bergabung dengan Liverpool.

Deretan nama lain seperti Sandro Tonali, Riccardo Calafiori, hingga Federico Chiesa juga memilih meniti karier di luar Italia, menandai era baru dalam dinamika sepak bola negeri tersebut.


Serie A Tak Lagi Jadi Magnet Utama

Strahinja Pavlovic dari AC Milan, kedua dari kanan, mencetak gol pembuka timnya dalam pertandingan Serie A antara AC Milan dan Cremonese, di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu (24-8-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Luca Bruno)

Dalam wawancaranya bersama Tutto Mercato, Buffon menyampaikan pandangan jujurnya. "Sepak bola saat ini telah berubah, dan evaluasi kami juga harus berubah," ujarnya.

"Serie A bukan lagi titik acuan seperti dulu, tetapi kami telah menjadi batu loncatan dibandingkan liga-liga lain di mana para pemain benar-benar bisa 'datang'," tegasnya.

Menurut Buffon, meski hal ini terkesan sebagai penurunan pamor, ada sisi positif yang bisa dipetik. Ia menilai keberadaan pemain Italia di berbagai klub elite Eropa justru akan membantu meningkatkan kualitas tim nasional.

"Saya pikir ini hal yang positif, karena jika Anda memiliki enam atau tujuh pemain yang bermain untuk tim-tim terbaik di dunia, itu berarti tim nasional Anda akan berada di level yang semakin tinggi," tambahnya.


Donnarumma hingga Raspadori, Ikuti Jejak Hijrah

Kiper Italia Gianluigi Donnarumma beraksi saat sesi Latihan publik tim nasional sepak bola Italia di Iserlohn, Jerman, Selasa, 11 Juni 2024. (Bernd Thissen/dpa via AP)

Tak hanya Leoni, beberapa nama lain sudah lebih dulu meninggalkan Serie A. Gianluigi Donnarumma disebut-sebut masuk dalam radar Manchester City, sementara Giacomo Raspadori kini merumput di La Liga dan Mateo Retegui memilih tantangan di Liga Pro Saudi.

Kondisi ini semakin menegaskan bahwa Serie A bukan lagi magnet utama bagi para talenta terbaik Italia.

Meski begitu, Buffon menegaskan bahwa keberadaan para pemain di luar negeri tidak mengurangi kontribusi mereka untuk Azzurri. Ia bahkan secara khusus menyoroti Donnarumma yang masih menjadi pilar penting bagi tim nasional.

"Saya menunggu untuk bertemu Gigio dan berbicara langsung dengannya. Terlepas dari momen spesial ini, Donnarumma mewakili, dan akan selalu mewakili, kekuatan bagi tim nasional," tegas eks pemain Juventus.

Sumber: FotMob


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya