Liputan6.com, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, sebanyak 46 wilayah di Indonesia mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak. Kejadian ini dipicu cakupan imunisasi campak yang tidak merata dan optimal.
Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prima Yosephine mengatakan, dalam tiga tahun terakhir cakupan imunisasi campak menurun.
Advertisement
Dia menjelaskan, pada 2022 tingkat imunisasi campak MR1 yang diberikan pada anak usia 9 bulan mencapai 102,2 persen. Pada tahun-tahun selanjutnya, tingkat capaian imunisasi justru menurun, yakni menjadi 95,4 persen pada 2023, 92 persen pada 2024, dan 45,1 persen per 24 Agustus 2025.
"Memang tidak bisa dihindari dampaknya adalah terjadinya peningkatan kaksus campak Rubella bahkan terjadinya KLB di beberapa daerah," kata Prima, Selasa (27/8/2025).
Menurut Prima, 46 wilayah yang mengalami KLB campak tersebar di 42 kabupaten kota pada 14 provinsi. Data itu tercatat per 24 Agustus 2024.
Berikut daftar wilayah yang mengalami KLB campak di Indonesia:
Pulau Jawa
DKI Jakarta
1. Jakarta Barat
2. Jakarta Utara
Jawa Barat
1. Garut
2. Cirebon
Jawa Tengah
1. Banyumas
2. Kota Surakarta
Banten
1. Serang
2. Kota Tangsel
3. Kota Tangerang
4. Kota Tangerang
5. Tangerang
Jawa Timur
1. Sumenep
2. Pamekasan
3. Sampang
4. Bangkalan
5. Kota Surabaya
6. Jember
7. Sidoarjo
8. Lumajang
9. Probolinggo
DI Yogyakarta
1. Sleman
Bali dan Sumatera
Bali
1. Karangasem
Sumatera Utara
1. Kota Medan
2. Deli serdang
3. Tapanuli Selatan
4. Kota Tebing Tinggi
5. Padang Lawas
6. Dairi
7. Samosir
8. Tapanuli Tengah
9. Mandailing Natal
10. Kota Pematang Siantar
11. Padang Lawas Utara
Sumatera Barat
1. Agam
2. Agam
3. Agam
4. Sijunjung
Gorontalo, Kalimantan, dan Sulawesi
Gorontalo
1. Boalemo
2. Pahuwato
3. Kota Gorontalo
Kalimantan Timur
1. Kota Balikpapan
2. Kota Bontang
Kalimantan Utara
1. Nunukan
2. Nunukan
Sulawesi Tengah
1. Tojo Una Una
Sulawesi Selatan
1. Maros.