Liputan6.com, Jakarta West Ham kembali menelan hasil buruk. Kali ini, The Hammers harus angkat koper lebih cepat dari Carabao Cup 2025/2026 usai kalah 2-3 dari Wolverhampton Wanderers di Molineux, Rabu (27/8/2025) dini hari WIB.
Namun, sorotan justru mengarah pada insiden pasca laga yang melibatkan kapten Jarrod Bowen dengan pendukung timnya sendiri. Bowen sebenarnya mendekati tribune suporter West Ham untuk memberikan apresiasi setelah peluit panjang berbunyi.
Advertisement
Sayangnya, situasi memanas ketika ia tampak tersulut oleh komentar salah seorang fan. Pemain timnas Inggris itu bahkan sempat mendekat ke papan iklan untuk mengonfrontasi, hingga harus ditahan oleh Tomas Soucek dan seorang steward.
Bowen Minta Maaf
Dalam kondisi frustrasi, Bowen terlihat melepas ban kapten sebelum akhirnya ditenangkan rekan setimnya dan berjalan menuju ruang ganti. Peristiwa tersebut langsung menuai reaksi di media sosial.
Sebagian suporter mengkritik sikap sang kapten, namun tidak sedikit pula yang menilai fan yang memprovokasi justru keterlaluan menyerang pemain paling loyal klub.
Tak lama berselang, Bowen mengunggah permintaan maaf melalui Instagram pribadinya. “Maaf untuk reaksi saya malam ini. Saya orang yang penuh semangat dan selalu berjuang di lapangan, tapi saya harus memberikan contoh yang lebih baik. Kalian tahu saya mencintai klub ini dan para fans. Kita harus melewati masa sulit ini bersama,” tulisnya.
Reaksi Graham Potter
Manajer Graham Potter ikut menanggapi insiden tersebut. Menurutnya, hal itu hanyalah bentuk kekecewaan dua pihak yang sama-sama peduli pada klub.
“Saya tidak tahu apa yang dikatakan fans, tapi jelas mereka sedang sakit hati dengan hasil kami. Jarrod juga peduli dan selalu memberikan segalanya. Itu hanya pertukaran emosi antara orang-orang yang sama-sama mencintai West Ham,” ujarnya.
Kekalahan dari Wolves menjadi yang ketiga bagi West Ham di awal musim ini. Pertahanan mereka juga disorot setelah sudah kebobolan 11 gol. Potter berharap skuadnya bisa segera bangkit saat bertandang ke markas Nottingham Forest akhir pekan nanti sebelum jeda internasional.
“Hubungan terpenting di klub ini adalah antara tim dan suporter. Kami butuh kebersamaan, karena semua orang sedang menderita,” tegas sang pelatih.
Sumber: The Sun