Alvaro Morata, dari AC Milan ke Como: Kisah Perjalanan dan Pengorbanan

Perjalanannya di San Siro berakhir singkat, sebelum ia berlabuh ke Turki dan kini pulang ke Italia bersama Como.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 26 Agustus 2025, 21:24 WIB
Gol Alvaro Morata pada menit ke-89 dan Noah Okafor (90+5) berhasil menyelamatkan muka AC Milan dari kekalahan. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Alvaro Morata menjadi perhatian pada bursa transfer musim panas ini. Setelah hanya 12 bulan, ia kembali meninggalkan AC Milan untuk kedua kalinya.

Kepindahannya tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar. Milan awalnya mendatangkan Morata dengan harapan besar, apalagi setelah sukses di Euro bersama Spanyol.

Namun, cerita yang terjadi justru berbeda jauh dari ekspektasi. Perjalanannya di San Siro berakhir singkat, sebelum ia berlabuh ke Turki dan kini pulang ke Italia bersama Como.


Harapan yang Tak Terwujud di Milan

Striker AC Milan, Alvaro Morata, dibayangi oleh bek Venezia asal Indonesia, Jay Idzes, dalam laga Serie A Liga Italia di San Siro, Milan, Minggu (15/9/2024) dini hari WIB. (Gabriel BOUYS / AFP)

Milan melihat Morata sebagai sosok yang bisa menggantikan peran Olivier Giroud. Kehadirannya sempat menumbuhkan optimisme tinggi di tubuh Rossoneri.

Sayangnya, performanya tidak pernah benar-benar meledak di San Siro. Dalam waktu singkat, ia akhirnya dipinjamkan ke Galatasaray.

Meski begitu, pengalaman di Turki juga tidak berjalan mulus. Morata bahkan dikabarkan sempat absen dari latihan, membuat situasinya semakin rumit.


Jalan Berliku Menuju Como

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Setelah negosiasi panjang, kesepakatan akhirnya tercapai. Morata kembali ke Italia, kali ini untuk mengenakan seragam Como.

Kehadirannya tentu menjadi kabar besar bagi klub yang sedang berkembang. Dengan pelatih Cesc Fabregas, Morata menemukan alasan kuat untuk melanjutkan karier di Serie A.

Bagi Como, mendatangkan pemain sekelas Morata adalah pencapaian tersendiri. Meski begitu, ada sisi pengorbanan yang menyertai transfer ini.


Pengorbanan Morata di Como

Pemain Spanyol, Alvaro Morata, berjalan melewati trofi setelah menerima medali juara kedua dalam pertandingan final Nations League antara Portugal dan Spanyol di Allianz Arena di Munich, Jerman, Senin, 9 Juni 2025. (Foto AP/Martin Meissner)

Presiden klub, Mirwan Suwarso, memberikan penjelasan mengenai langkah sang penyerang. “Alvaro [Morata] sangat menyukai gaya bermain Cesc Fabregas. Dia memotong gajinya lebih dari setengah hanya untuk datang ke sini,” ujarnya kepada Corrirere dello Sport.

Jika di Milan ia sempat menerima gaji besar, kini Morata rela memangkas pendapatannya demi bermain di Como. Pemotongan itu bahkan lebih dari 50 persen.

Mirwan juga menegaskan ambisi klub. “Saya bisa memastikan bahwa lolos ke kompetisi Eropa bukan salah satu tujuan dari rencana bisnis kami. Kami tentu tidak bisa mengejar hasil olahraga dengan segala cara, berisiko bangkrut,” tambahnya.

Sumber: Corrirere dello Sport, Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya