Pria Jerman Ganti Gender dan Buat Kasus Hukum Agar Bisa Masuk Sel Wanita, Ini Alasannya

Apakah ada alasan lain dibalik mengganti gender demi masuk penjara?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 27 Agustus 2025, 21:30 WIB
Ilustrasi penjara (AFP)

Liputan6.com, Berlin - Seorang ekstremis sayap kanan di Jerman resmi mengubah identitas gendernya menjadi perempuan demi bisa menjalani hukuman di penjara wanita.

Langkah ini memanfaatkan reformasi "gender self-determination", kebebasan hak untuk mengubah gender, yang baru diterapkan di Jerman.

Kejaksaan Halle memastikan bahwa Marla-Svenja Liebich akan menjalani hukuman penjara di Lapas Wanita Chemnitz. Kabar ini juga dikonfirmasi langsung oleh Liebich lewat unggahan di X (Twitter):

"Saya akan mulai menjalani hukuman penjara sesuai jadwal. Pada 29 Agustus 2025, pukul 10 malam, saya akan tiba di fasilitas pemasyarakatan Chemnitz dengan koper saya," tulis Liebich lewat unggahan X (Twitter).

Sebelumnya, pada Juli 2023, Pengadilan Distrik Halle menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara tanpa masa percobaan kepada Liebich atas kasus hasutan kebencian, pencemaran nama baik, dan penghinaan, dilansir dari Oddity Central, Rabu (27/8/2025).

Saat itu, ia masih dikenal sebagai Sven Liebich, seorang pria dan diduga anggota kelompok ekstremis kanan Blood and Honour. Upaya bandingnya ditolak, hingga kemudian pada akhir 2024, ia memanfaatkan Undang-Undang Penentuan Diri (Self-Determination Act) untuk mengubah nama menjadi Marla-Svenja Liebich sekaligus mengganti status gender secara hukum.

Dugaan Lain

ilustrasi kesetaraan gender Foto oleh Magda Ehlers dari Pexels

Media Jerman Der Spiegel menganggap Liebich sengaja melakukan aksi tersebut untuk memprovokasi dan mempermalukan negara.

"Apakah perubahan ini serius masih diragukan. Liebich selama bertahun-tahun dikenal dengan pandangan ekstremis kanan dan juga pernah membuat pernyataan yang menentang kelompok queer," tulis media Der Spiegel.

Pada Januari lalu, media Jerman sempat melaporkan bahwa Liebich kemungkinan besar tidak akan ditempatkan di penjara wanita.

Alasannya, perubahan gender yang dilakukan hanya untuk provokasi biasanya tidak akan diakui dalam penentuan fasilitas penahanan.

Namun, Liebich bahkan menggugat Der Spiegel karena dianggap meragukan identitas gender barunya.

Meski sudah dipastikan masuk penjara wanita, jaksa penuntut umum menyebut keputusan soal penempatan Liebich di dalam Lapas Chemnitz masih menunggu pertimbangan administrasi.

Otoritas penjara akan menilai apakah keberadaannya berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban, sebelum menentukan lokasi finalnya.

Menurut laporan Euronews, perubahan gender dan nama Liebich dilakukan cukup dengan "deklarasi sederhan" di kantor catatan sipil Schkeuditz, Saxony, berkat adanya UU Self-Determination Act.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya