Terima Presiden Korsel, Trump Sampaikan Ingin Bertemu Kim Jong Un

Trump juga berkelakar, suatu hari ingin bermain golf di Korea Utara.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 26 Agustus 2025, 09:17 WIB
Presiden AS Donald Trump bersama dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Ruang Oval Gedung Putih pada 25 Agustus 2025 (Dok. AFP/Mandel Ngan).

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Gedung Putih pada Senin (25/8/2025) waktu setempat.

Pertemuan keduanya sempat diwarnai isu politik domestik Korea Selatan, namun perhatian publik tertuju pada pernyataan Trump yang kembali mengungkit rencananya bertemu Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Dalam percakapan di Ruang Oval, Trump menegaskan dirinya masih membuka pintu dialog dengan Pyongyang, dikutip dari BBC, Selasa (26/8).

"Saya berharap dapat bertemu dengan Kim Jong Un di waktu yang tepat," kata Trump, menanggapi pernyataan Lee soal pentingnya dialog damai dalam upaya penyatuan Semenanjung Korea.

Lee, yang berasal dari Partai Demokrat Korea, menekankan bahwa rekonsiliasi dengan Korea Utara hanya bisa dicapai melalui jalur diplomasi. Ia bahkan berkelakar soal kemungkinan suatu hari bermain golf di Korea Utara, sembari menyebut hubungan pribadi Trump dengan Kim Jong Un sebagai hal yang positif.

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan tuduhan adanya "serangan terhadap gereja-gereja" di Korea Selatan, mengacu pada rumor politik dalam negeri Seoul terkait mantan Presiden Yoon Suk Yeol.

Namun, Lee mampu meredakan suasana dan menjaga jalannya pertemuan tetap kondusif, berbeda dengan kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy maupun Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa yang pernah memanas saat bertemu Trump.

 

Sejumlah Isu Lain yang Dibahas

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. AFP)

Selain isu Korea Utara, kedua pemimpin juga membicarakan kerja sama ekonomi. Trump menyebut hubungan perdagangan AS dan Korea Selatan saling menguntungkan. "Kami menyukai apa yang mereka lakukan, produk mereka, kapal mereka, dan banyak hal lain yang mereka buat," ujarnya.

Di akhir pertemuan, ketika ditanya kembali mengenai tudingan penggerebekan gereja, Trump menyebut informasi itu berasal dari "sumber intelijen" namun menambahkan bahwa hal tersebut mungkin hanyalah "kesalahpahaman".

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa selain membahas isu perdagangan dan politik domestik Korea Selatan, Gedung Putih di bawah Trump tetap menempatkan persoalan Semenanjung Korea, khususnya hubungan dengan Kim Jong Un, sebagai bagian penting dalam kebijakan luar negerinya.

Infografis Tarif Impor Ala Donald Trump. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya