Liputan6.com, Jakarta - Tahun ini, Rusia merayakan Hari Sinema Nasional. Bertepatan dengan penyelenggaraan itu, Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menyelenggarakan festival tahunan Night of Cinema.
Di Indonesia, pihak Kedubes melakukan pemutaran film keluarga The Wizard of the Emerald City (2024) di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Advertisement
Sejak pertama kali digelar pada 1987, Night of Cinema menjadi agenda tahunan yang bertepatan dengan Hari Sinema Rusia.
Tahun ini, penyelenggaraan Hari Sinema Nasioanl sudah berusia 100 tahun. Dalam sambutannya, perwakilan Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Sergei Tolchenov, menekankan pentingnya film sebagai jembatan budaya.
"Acara ini menjadi awal dari tradisi baik dalam hubungan strategis Rusia dan Indonesia. Kita harus memelihara dan mendorong pemahaman yang lebih baik serta persahabatan yang lebih dalam antara bangsa kita," ujarnya.
Film Keluarga Adaptasi Kisah Klasik
Film yang diputar di Jakarta adalah The Wizard of the Emerald City, adaptasi Rusia dari kisah klasik The Wizard of Oz
Cerita ini menghadirkan petualangan seorang gadis muda bersama manusia jerami, peri, dan teman-temannya dalam perjalanan mencari jalan pulang dari Negeri Zamrud.
Sergei Tolchenov menyebut film ini bukan hanya hiburan, melainkan juga bentuk pertukaran budaya yang memperkaya perspektif penonton lintas negara.
“Kami berharap penonton menikmati film ini, sementara acara ini dapat menjaga tradisi pertukaran kreatif antara Rusia dan Indonesia,” tambahnya.
Diplomasi Budaya Melalui Sinema
Peringatan 100 tahun sinema Rusia tidak hanya berlangsung di dalam negeri, tetapi juga merambah ke panggung internasional melalui festival ini.
Night of Cinema 2025 digelar serentak di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Meksiko, Angola, hingga sejumlah negara Eropa, dan kini turut melibatkan Indonesia.
Bagi Rusia, kehadiran festival ini di Jakarta menjadi simbol eratnya persahabatan dengan Indonesia, sekaligus memperlihatkan bagaimana film bisa berperan sebagai sarana diplomasi budaya.
Acara ini terselenggara berkat dukungan Dewan Perfilman dan Industri Rusia, bekerja sama dengan sejumlah lembaga kebudayaan.