Liputan6.com, Jakarta - Toyota resmi mengumumkan SUV listrik terbarunya, Toyota bZ 2026, yang hadir sebagai penerus dari bZ4X. Selain membawa pembaruan signifikan di sisi teknologi, desain, dan performa, mobil listrik ini juga datang dengan kabar menggembirakan: harga lebih murah dibanding pendahulunya.
Berdasarkan laporan Arenaev, Senin (25/8/2025), Toyota bZ 2026 dibanderol mulai €29.800 atau setara Rp540 jutaan) untuk varian XLE berpenggerak roda depan (FWD).
Advertisement
Harga ini turun sekitar €1.850 dari bZ4X, membuatnya lebih kompetitif di pasar SUV listrik. Varian ini menggunakan baterai 57,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 380 km dalam sekali pengisian.
Bagi konsumen yang khawatir soal jarak tempuh, tersedia varian bZ XLE FWD Plus dengan baterai lebih besar, 74,7 kWh, seharga €32.400 atau Rp600 Jutaan. Varian ini sanggup menempuh jarak 505 km, meningkat 25 persen dibanding generasi sebelumnya.
Opsi AWD Lebih Bertenaga
Toyota juga menghadirkan versi all-wheel drive (AWD) mulai harga €34.100. Dengan konfigurasi dual-motor baru, tenaga yang dihasilkan melonjak menjadi 388 hp naik 50 persen dari model lama. Untuk varian tertinggi, bZ Limited, harga mulai dari €37.000 (FWD), sementara versi AWD penuh fitur dibanderol tambahan €1.700.
Salah satu peningkatan terbesar ada di sistem pengisian daya. Toyota bZ 2026 kini dibekali port North American Charging Standard (NACS), yang memungkinkan akses ke jaringan Tesla Supercharger.
Ditambah fitur thermal management system dan battery preconditioning, waktu isi ulang 10–80 persen kini bisa dipangkas jadi sekitar 30 menit.
Desain Modern dan Kabin Canggih
Secara tampilan, Toyota bZ 2026 mengusung desain “hammerhead” terbaru yang juga dipakai pada Camry dan Crown, lengkap dengan lampu LED bar tipis di bagian depan.
Di dalam, konsol tengah didesain ulang dan dashboard lebih modern, ditambah layar sentuh 14 inci Toyota Audio Multimedia sebagai pusat kendali. Untuk kenyamanan, tersedia pula dua wireless charging pad untuk smartphone.
Toyota menargetkan bZ 2026 mulai tersedia di dealer pada paruh kedua 2025, menandai langkah serius pabrikan Jepang ini untuk memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik global.