Liputan6.com, Jakarta - Seruan turun ke jalan hari ini, Senin (25/8/2025) menggema di media sosial beberapa waktu terakhir. Diklaim pula, demo hari ini akan berlangsung besar-besaran.
Namun demikian, hingga pagi ini pihak kepolisian belum mengonfirmasi benar atau tidaknya ada kegiatan unjuk rasa. Tokoh penggerak organisasi buruh, Jumhur Hidayat, melarang anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ikut berunjuk rasa karena penggerak aksi tidak jelas.
Advertisement
“Karena tidak jelas siapa penanggung jawab dan juga apa isu yang dituntutnya, saya melarang semua anggota atau keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia khususnya di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dalam aksi 25 Agustus," kata Jumhur, dilansir Antara, Sabtu (23/8/2025).
Tidak hanya kalangan buruh yang menolak turun ke jalan hari ini. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan juga memastikan mahasiswa tidak ikut aksi untuk hari ini karena telah melakukan aksi pada 21 Agustus 2025 kemarin.
Kondisi di Depan DPR
Sementara pantauan langsung Liputan6.com di Gedung DPR/MPR pukul 08.50 Wib, tampak pengamanan dari dalam gedung bersiaga. Pagar beton sudah diletakkan di depan gerbang utama. Untuk kawat berduri belum terlihat dipasang.
Aparat keamanan yang sudah berjaga dari dalam dengan memakirkan sejumlah kendaraan taktis.
Untuk arus lalu lintas di depan DPR, belum ada pengalihan. Kondisi jalan terpantau ramai lancar.
Pendemo Datang Jalan Kaki dari Sukabumi
Sementara untuk pendemo, belum terlalu ramai. Kira-kira kurang dari 50 orang. Mereka masih tampak wara wiri di depan Gedung DPR. Salah satu pendemo tampak menggunakan kalung dari kardus sambil memegang bendera. Pada bagian kardus tertulis 'Merah Putih Memanggil 25 Agustus 2025 Rakyat Merdeka'. Pria itu bernama Asy'ari mengaku berjalan kaki dari Sukabumi untuk demo di depan DPR.
"Saya datang untuk menjalankan aksi tanpa terafiliasi aliansi apapun. Aksi ini inisiatif pribadi sebagai keresahan saya sebagai rakyat terkait isu kenaikan gaji anggota dewan yang ironi di tengah sulitnya kondisi ekonomi," ujarnya.
Selain sejumlah pendemo, pedagang juga mulai berdatangan ke depan Gedung DPR. Begitupun awak media, tampak sudah berada di lokasi.
Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar
Mengutip akun X TMC Polda Metro Jaya, lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang kerap menjadi titik aksi demo tampak berjalan normal. Situasi di Traffic Light Patung Kuda Monas Jl Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat arah Jl. Budi Kemuliaan maupun arah Pancoran. sampai pukul 07.05 Wib, terpantau ramai lancar.
Seruan Demo 25 Agustus 2025 di Media Sosial
Rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada Senin, 25 Agustus 2025 menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Seruan ini menyebar luas melalui platform X (sebelumnya Twitter) dan pesan berantai WhatsApp, dengan akun-akun berpengikut ribuan turut menyebarkan ajakan tersebut.
Lokasi utama yang disebut-sebut menjadi titik kumpul massa adalah Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. Selain itu, sempat muncul pula rencana aksi di Alun-Alun Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagai kelanjutan dari "demo Pati jilid 2", meski rencana ini kini terancam batal.
Ramai tersebar pula, tuntutan utama pada pendemo adalah pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Beberapa seruan bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengeluarkan dekrit guna membubarkan lembaga legislatif tersebut.
Tidak hanya itu, ada pula tuntutan agar mengusut dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Serta mendesak pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.