Liputan6.com, Jakarta - Warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis mengukir prestasi. Hasil karya tangan mereka mampu menembus pasar Korea Selatan. Kalapas Ciamis, Supriyanto mencatat, total ada 5.400 unit Coir Net yang dikirim ke negeri gingseng.
"Pengiriman ini merupakan ekspor kedua setelah sebelumnya produk serupa sukses diterima di luar negeri," bangga Supriyanto seperti dikutip dari siaran pers.
Advertisement
Supriyanto menjelaskan, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Lapas Ciamis dalam mencetak lapas yang produktif melalui program pembinaan kemandirian berbasis industri.
"Kegiatan pembinaan kemandirian ini kami lakukan untuk mendukung program pembinaan berbasis industri. Hasilnya, produk warga binaan mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang diakui,” yakin dia.
Dia menjelaskan, proses bongkar muat dan pengiriman dilakukan dengan pengawasan langsung Kalapas Supriyanto, didampingi Kasubsi Kegiatan Kerja Asep Gunara, staf kegiatan kerja Noviana Ruby Darisman, serta petugas jaga Regia Azhar.
"Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur,” tambah Supriyanto.
Konsistensi Pembinaan
Menurutnya, capaian ekspor kedua ini tidak lepas dari konsistensi pembinaan yang berkelanjutan. Dia pun mengapresiasi kerja keras para warga binaan yang telah menghasilkan produk berkualitas tinggi.
"Ekspor ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berdampak pada kemandirian, tetapi juga memberi kontribusi positif terhadap perekonomian nasional,” tegasnya.
Supriyanto menambahkan, pihaknya akan terus memperluas kerja sama dengan mitra industri serta meningkatkan kapasitas produksi agar produk karya warga binaan semakin berdaya saing.
"Hal ini sejalan dengan program Industrial Goes to Market yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI,” dia menandasi.
Peran Strategis
Sebagai informasi, dengan capaian ini, Lapas Ciamis semakin optimisi menunjukkan peran strategis.
Bukan sebatas tempat rehabilitasi dan pembinaan kepribadian, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keterampilan dan produktivitas warga binaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.