Perjalanan Janice Tjen Ikuti Jejak Angelique Widjaja Lolos ke US Open 2025, Awal Terulangnya Era Keemasan?

Janice Tjen mengikuti jejak seniornya dari dua dekade lalu, Angelique Widjaja, dengan lolos ke babak utama US Open 2025. Pencapaian dia membuat kancah tenis putri tanah air kini disorot lagi dan diharapkan mampu mengulang era kejayaan di masa lalu.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 23 Agustus 2025, 11:52 WIB
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen yang berpasangan dengan Aldila Sutjiadi melepaskan service saat menghadapi wakil Chinese Taipei, Chan Hao Ching/Chan Yung Jan pada laga semifinal nomor ganda putri tenis Asian Games 2022 di Hangzhou Olympic Centre Tennis, Hangzhou, China, Kamis (28/9/2023) siang WIB. Janice Tjen baru-baru ini memastikan diri lolos ke babak utama US Open 2025. (NOC Indonesia/Hendri K Rahman)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia baru-baru ini dibuat bangga oleh petenis berusia 23 tahun, Janice Tjen.

Dia memastikan diri lolos ke babak utama tunggal putri turnamen grand slam, US Open, 2025 menyusul kemenangan atas wakil Jepang Aoi Ito dalam kualifikasi round 3 yang digelar Jumat (22/8/2025) malam WIB.

Pencapaian itu menjadi istimewa sebab sudah lebih dari dua dekade tanah air absen mengirim tunggal putrinya berlaga di panggung US Open.

Atlet tenis Indonesia yang terakhir kali mampu mencatatkan pencapaian serupa ialah Angelique Widjaja dalam perhelatan US Open 2004 silam.

Dilansir dari Antara, Janice memang memulai debut di ajang grand slam dengan amat meyakinkan. Pada babak pertama kualifikasi, Selasa (19/8/2025) lalu, srikandi Merah Putih bahkan sanggup mengalahkan wakil tuan rumah sekaligus unggulan ke-22 turnamen, Varvara Lepchenko.

Janice menang dengan catatan 6-3, 6-1 dalam durasi hanya satu jam satu menit. Statistiknya juga mencengangkan, yakni cuma sekali melakukan unforced error serta sukses mencetak total 60 poin kemenangan.

Janice Tjen mengaku, dia sejak awal sebenarnya tak begitu fokus mengejar tiket ke babak utama. Dara kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002 itu hanya mencoba memberikan yang terbaik lalu 'berserah' pada hasilnya.

"(Hasil) ini sangat berarti buat saya. Saya berusaha agar tidak terlalu memikirkan (kelolosan ke babak utama) dan hanya mencoba memberikan yang terbaik lalu membiarkan hasilnya membawa saya," ujar Janice Tjen, dikutip dari Washington Post.

"Akan tetapi, keberhasilan mengulang (pencapaian) ini lagi setelah lebih dari 20 tahun, rasanya luar biasa," sambung petenis berusia 23 tahun tersebut.


Terinspirasi dari Angelique Widjaja

Petenis Indonesia, Angelique Widjaja. (AFP/Jacques Demarthon)

Bukan sekadar kebetulan Janice Tjen mampu mengulangi prestasi 21 tahun silam. Sang atlet mengaku dia memang terinspirasi dari sosok Angelique Widjaja yang juga membat harum nama Indonesia dengan lolos ke babak utama US Open 2004.

Masil menukil Washington Post, Tjen menempa ambisi dan mentalnya di bidang tenis selama menimba ilmu di University of Pepperdine. Saat di sana, dia bahkan pernah meraih kesuksesan dengan menjadi runner-up ganda NCAA--liga mahasiswa yang terkenal penuh tekanan--pada 2024 sebelum akhirnya lulus musim semi lalu.

Lanjut Baca:

"(Tenis di perguruan tinggi) membantu saya berkembang sebagai pemain dan pribadi. Utamanya secara mental, hal itu membantu saya untuk selalu memberikan 100 persen," katanya lagi dalam Washington Post.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya