3 Hal yang Harus Diperbaiki Xabi Alonso Sebelum Laga Real Madrid Berikutnya

Real Madrid menang tipis atas Osasuna, namun Xabi Alonso masih punya pekerjaan besar. Mulai dari dinamika Mbappe-Vini hingga peran Carvajal dan Trent.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 22 Agustus 2025, 16:06 WIB
Sesi latihan Los Blancos tersebut berlangsung di training ground Valdebebas, Madrid, Spanyol, Senin (18/08/2025) waktu setempat. Skuad asuhan Xabi Alonso rencananya akan melakoni pertandingan Liga Spanyol musim ini melawan Osasuna pada Rabu (20/08) waktu setempat. (AFP/Javier Soriano)

Liputan6.com, Jakarta Kemenangan tipis Real Madrid atas Osasuna di laga pembuka La Liga musim ini tampaknya tidak cukup untuk meyakinkan para pendukungnya. Tim asuhan Xabi Alonso dianggap masih jauh dari kata solid meski berhasil meraih tiga poin.

Alih-alih menunjukkan wajah baru dengan pola permainan segar, Madrid justru terlihat kembali ke kebiasaan lama yang belum tuntas. Para pemain bintang seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappe belum padu, sementara lini tengah masih terasa pincang.

Dengan performa seperti itu, sulit membayangkan Los Blancos bisa bersaing merebut gelar besar tanpa adanya perubahan signifikan. Alonso dituntut bergerak cepat, dan berikut adalah tiga hal utama yang perlu ia perbaiki.


1. Dinamika Mbappe dan Vinicius

La Liga 2024/2025: Selebrasi pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri) dan Kylian Mbappe, di laga vs Espanyol pekan ke-6 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Salah satu tantangan terbesar Alonso adalah mencari solusi bagi duet Vinicius dan Mbappe. Keduanya sama-sama nyaman bermain di sisi kiri, dan hingga kini belum terlihat upaya kompromi yang jelas.

Vinicius cenderung melebar sebelum menusuk ke dalam, sementara Mbappe punya keterikatan kuat dengan kanal yang sama. Hasilnya, ruang menjadi sempit dan lawan mudah melakukan pengawalan ketat.

Jika Madrid ingin memainkan tiga penyerang, maka Mbappe yang tampaknya harus beradaptasi lebih banyak. Ia perlu mencoba peran mendekati kotak penalti meski bukan tipikal penyerang nomor sembilan sejati.


2. Pentingnya Kehadiran Carvajal

Bek kanan Real Madrid, Dani Carvajal dinobatkan sebagai MVP final Liga Champions 2023/2024. (AFP/Ina Fassbender)

Selain sektor depan, masalah keseimbangan juga muncul di lini tengah dan belakang. Alonso membutuhkan figur yang bisa memberikan stabilitas, salah satunya ada pada Dani Carvajal.

Meski sempat absen karena cedera, Carvajal tetap lebih bisa diandalkan dibanding opsi lain di posisi bek kanan. Usianya memang sudah melewati 30 tahun, namun ia masih memiliki sisa energi untuk berkontribusi.

Lebih dari itu, Carvajal membawa nilai kepemimpinan penting. Dengan banyaknya pemain senior yang sudah meninggalkan klub, pengalaman dan mentalitasnya bisa menjadi penyeimbang di ruang ganti.


3. Eksperimen Trent di Lini Tengah

Bek Real Madrid asal Inggris #12, Trent Alexander-Arnold, terlihat dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan CA Osasuna di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada Rabu (20-8-2025) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Kehadiran Carvajal tentu memengaruhi komposisi pemain lain, termasuk Trent Alexander-Arnold. Ide memindahkan sang bek kanan ke lini tengah kembali mencuat sebagai opsi yang patut dipertimbangkan.

Secara kemampuan, Alexander-Arnold memiliki semua kualitas yang dibutuhkan seorang gelandang: jangkauan umpan luas, visi tajam, serta teknik distribusi kelas dunia. Ia bisa membantu Madrid dalam fase menyerang maupun saat mengatur tempo permainan.

Meski uji coba bersama timnas Inggris masih menghasilkan respons beragam, eksperimen ini bisa menjadi solusi menarik. Jika berhasil, Alonso akan memiliki tambahan amunisi kreatif di jantung permainan Madrid.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya