9 Pembajakan Transfer Terbesar Sepanjang Sejarah Sepak Bola

Drama transfer selalu menjadi bagian menarik dari dunia sepak bola. Ada momen ketika sebuah klub terlihat pasti mendapatkan pemain incarannya, namun tiba-tiba dikejutkan dengan tikungan tajam dari pesaing.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 22 Agustus 2025, 13:36 WIB
Aksi Eberechi Eze pada laga Chelsea vs Crystal Palace di Stamford Bridge, Minggu (17/8) malam WIB - AP Photo/Dave Shopland

Liputan6.com, Jakarta Drama transfer selalu menjadi bagian menarik dari dunia sepak bola. Ada momen ketika sebuah klub terlihat pasti mendapatkan pemain incarannya, namun tiba-tiba dikejutkan dengan tikungan tajam dari pesaing.

Hal itu kembali terjadi ketika Arsenal sukses membajak transfer Eberechi Eze. Padahal, Tottenham sudah selangkah lagi mengamankan tanda tangannya.

Aksi kejutan semacam ini bukanlah hal baru. Sejumlah klub besar Eropa juga pernah terlibat dalam perebutan pemain yang penuh drama.

Nama-nama seperti Chelsea, Manchester United, hingga Real Madrid punya catatan panjang dalam urusan pembajakan transfer. Beberapa di antaranya bahkan masih dikenang hingga sekarang.

Berikut rangkuman 9 momen pembajakan transfer terbesar yang pernah terjadi di sepak bola.


1. Emmanuel Petit ke Arsenal

Emmanuel Petit didatangkan Arsene Wenger dari dari AS Monaco pada Juli 1997 dengan transfer 4,2 juta poundsterling. (AFP/PA/Neil Munns)

Kepindahan Emmanuel Petit ke Arsenal pada 1997 menyimpan cerita unik di balik layar. Saat itu belum ada bursa transfer modern dan informasi masih terbatas pada media cetak atau siaran televisi.

Petit bahkan sempat ditawari kontrak oleh Tottenham, namun kisah berbalik arah justru terjadi. Tak disangka, taksi yang disediakan Spurs justru membawanya langsung ke rumah Arsene Wenger.

Momen tersebut kini menjadi bagian dari legenda Arsenal. Petit kemudian tampil vital di lini tengah dan membantu The Gunners meraih kesuksesan besar bersama Wenger.


2. David Silva ke Real Sociedad

David Silva (c) AP Photo

David Silva mengakhiri kisah panjangnya bersama Manchester City pada 2020. Setelah sepuluh tahun penuh kejayaan, ia pun mempertimbangkan berbagai pilihan untuk melanjutkan karier.

Kala itu, Lazio tampak menjadi tujuan baru sang gelandang. Bahkan jadwal tes medis sudah disiapkan, namun Silva justru mengubah keputusan di detik terakhir.

Ia memilih kembali ke Spanyol dan bergabung dengan Real Sociedad. Keputusan tersebut membuat direktur olahraga Lazio, Igli Tare, mengaku kecewa dan menyindir sikap Silva yang dianggap tidak profesional.


3. Mykhailo Mudryk ke Chelsea

Pemain anyar Chelsea, Mykhailo Mudryk diperkenalkan ke penonton saat jeda babak pertama dalam pertandingan Liga Inggris antara Chelsea melawan Crystal Palace di Stamford Bridge, Sabtu (15/1/2023). Mykhaylo Mudryk diberi kontrak jangka panjang oleh The Blues. Pemain kelahiran 5 Januari 2001 tersebut akan berada di Stamford Bridge hingga 30 Juni 2031. (AP Photo/David Cliff)

Mykhailo Mudryk pernah digadang-gadang sebagai salah satu winger muda paling menjanjikan di Eropa. Bahkan, ia sempat dibandingkan dengan Neymar karena gaya bermainnya yang eksplosif.

Pada paruh pertama musim 2022/2023, namanya hampir setiap hari menghiasi kolom gosip transfer. Mudryk juga terang-terangan menunjukkan rasa cintanya kepada Arsenal lewat media sosial.

Lanjut Baca:

Namun, Chelsea datang dengan tawaran yang lebih meyakinkan kepada Shakhtar Donetsk. Sang CEO, Sergei Palkin, menyebut struktur pembayaran dan bonus dari The Blues jauh lebih realistis dibanding Arsenal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya