Liputan6.com, Jakarta - Perawatan mobil bukan sekedar mengganti oli mesin atau filter udara. Pasalnya, di kendaraan modern seperti Peugeot, performa mesin dan rendahnya emisi sangat tergantung kepada sistem sensor yang bekerja dengan teknologi canggih.
Berbeda dengan mobil yang masih menggunakan karburator, Peugeot dilengkapi berbagai sensor yang terhubung ke Electronic Control Unit (ECU).
Advertisement
Sensor inilah yang bertugas mendeteksi kondisi mesin, mengirimkan data ke ECU, lalu mengatur kinerja agar tetap optimal.
Jika salah satu sensor bermasalah dan tidak segera ditangani, performa mesin bisa menurun dan emisi gas buang meningkat.
"Jika ada gangguan, ECU akan memberi sinyal untuk segera dilakukan perbaikan. Karena itu, pengecekan sensor menggunakan alat khusus selalu menjadi bagian dari servis di bengkel," jelas Mohan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya.
Konsumen yang rutin melakukan servis di bengkel resmi Astra Peugeot bukan hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga ikut mendukung program pemerintah terkait kendaraan rendah emisi.
Pemeriksaan Sensor Penting:
Selain penggantian oli, teknisi juga melakukan pengecekan menyeluruh pada sensor penting, seperti:
• Sensor Oksigen: mengukur kadar oksigen dalam gas buang untuk memastikan pembakaran efisien dan mengurangi emisi
.• Sensor TPS (Throttle Position Sensor): memberikan informasi posisi katup throttle agar ECU bisa mengatur jumlah bahan bakar secara tepat
.• Sensor CKP (Crankshaft Position Sensor): mendeteksi posisi poros engkol, penting untuk menentukan waktu pengapian.
• Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure): mengukur tekanan udara di intake manifold, membantu ECU membaca beban mesin.
• Sensor IAT (Intake Air Temperature): mengukur suhu udara masuk untuk menjaga rasio campuran udara dan bahan bakar.
"Pemeriksaan rutin dan penggantian sensor yang aus atau rusak sangat penting untuk menjaga performa kendaraan. Kami selalu merekomendasikan penggunaan suku cadang asli Peugeot agar hasilnya optimal dan terjamin," tukas Mohan.