Liputan6.com, Jakarta - "AC Milan dengan gembira mengumumkan penunjukkan Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala tim utama putra," tulis pengumuman resmi klub pada 30 Mei 2025.
I Rossoneri mengambil keputusan mengagetkan sekaligus mengherankan akhir musim lalu. Mengejutkan karena AC Milan memilih muka lama dalam upaya mengembalikan kejayaan.
Advertisement
Sebuah langkah berisiko mengingat Allegri baru saja gagal melakukannya. Dia dipinang Juventus pada 2021 usai mempersembahkan 12 trofi dalam periode 2014- 2019.
Namun, meski diberi waktu tiga tahun, mantan nakhoda Sassuolo dan Cagliari tersebut gagal mengangkat gelar lagi bersama La Vecchia Signora.
Meski begitu, AC Milan merasa kebijakan ini layak ditempuh. Terutama setelah eksperimen mempercayakan tim kepada generasi baru nakhoda (mulai Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, Sinisa Mihajlovic, Vincenzo Montella, hingga Gennaro Gattuso) gagal total.
Manuver memilih nakhoda asal Portugal Paulo Fonseca dan kemudian Sergio Conceicao juga tidak berbuah manis pada musim lalu.
I Rossoneri merasa peluang naik papan atas atau bahkan merebut gelar lebih menjanjikan bersama pelatih lokal berpengalaman, ketimbang berspekulasi lagi dengan menunjuk arsitek tidak teruji.
Stefano Pioli, sosok yang mengakhiri paceklik Scudetto AC Milan selama sebelas tahun setelah Allegri memenangkannya pada 2010/2011, jadi contoh sempurna. Allegri pun kembali terpilih.
Bekal Allegri di AC Milan Sambut Musim Depan
Tidak ada yang bisa menjamin Allegri bakal kembali sukses di San Siro. Pada periode pertamanya, dia langsung membawa AC Milan merebut Scudetto di musim debut 2010/2011. Namun setelahnya, lemari trofi klub tidak bertambah hingga akhirnya dipecat pada Januari 2014.
Allegri kini pulang ke tempat dirinya membangun nama. Dia diwariskan skuad kompetitif yang gagal menunjukkan kualitas sebenarnya sehingga terdampar di peringkat delapan Serie A musim lalu.
Demi membantunya mengangkat kinerja, manajemen memboyong Samuele Ricci, Luka Modric, Pietro Terracciano, Pervis Estupinan, Ardon Jashari, Koni De Winter, dan Zachary Athekame pada bursa transfer.
Hanya Estupinan yang hampir pasti langsung masuk tim utama. Sementara rekrutan terbesar Modric tidak mungkin diandalkan tiap pekan karena sudah berusia 39 tahun.