Puan Maharani Sentil Kinerja Posyandu di Kasus Raya, Bocah Meninggal dengan Cacing di Sekujur Tubuh

Puan Maharani meminta Posyandu dan pengurus wilayah lebih proaktif memantau kesehatan warga agar kasus kematian anak akibat cacingan tak terulang.

oleh Nayla ShabrinaDiterbitkan 21 Agustus 2025, 16:30 WIB
Ketua DPR Puan Maharani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025). (Foto: Dokumentasi Tim Media Ketua DPR, Puan).

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR Puan Maharani, menyoroti kasus kematian Raya (3), bocah asal Sukabumi karena infeksi cacingan akut. Dia meminta ketua RT/RW serta tim Posyandu lebih proaktif meninjau kondisi kesehatan warganya. 

"Kami berharap tim-tim Posyandu yang harusnya ada di setiap desa dan setiap kelurahan bisa lebih proaktif untuk meninjau, melihat warganya kalau memang membutuhkan cek kesehatan," kata dia saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Menurut Puan, peran pengurus wilayah juga sangat penting dalam mencegah kejadian serupa. 

"Harusnya ketua RT, ketua RW di desa-desa tersebut bisa meninjau dan melihat warganya kalau memang membutuhkan cek kesehatan," sambungnya.

 

Diminta Lebih Proaktif

Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. (Foto: Merdeka.com/Alma Fikhasari).

Puan menegaskan, pengurus wilayah seharusnya melaporkan warganya yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk kebutuhan kartu BPJS, agar segera mendapat perhatian pemerintah daerah.

"Kalau kemudian dibutuhkan cek kesehatan, mungkin juga diperlukannya kartu BPJS, dilaporkan ke pemerintahan atau pemda tempatnya," kata dia.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini menekankan langkah proaktif semua pihak dibutuhkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

 "Kita proaktif lah sama-sama untuk mendorong jangan sampai hal seperti ini terulang kembali," pungkas Puan.

Dinkes Jabar Minta Maaf, Janji Perbaiki Pelayanan

Dinas Kesehatan Jawa Barat buka suara soal kematian Raya (3), bocah asal Sukabumi karena infeksi cacingan akut. Kepala Dinkes Jabar, dr Vini Adiani Dewi, meminta maaf atas kejadian ini.

"Mohon maaf pada masyarakat kalau pelayanan kami tidak maksimal," kata Vini, Kamis (21/8/2025).

Pascakematian bocah Raya, Dinkes Jabar berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.

"Insya Allah kami akan perbaiki, pembinaan, dan evaluasi di lapangan, sehingga ke depan tidak terjadi lagi kasus-kasus Raya yang lain," ujarnya.

Evaluasi Posyandu dan Rumah Sakit

Langkah jangka pendek yang Dinkes Jabar lakukan dengan melakukan evaluasi menyeluruh mulai dari Posyandu, Rumah Sakit, PKK hingga aparatur desa se-Jawa Barat. Harapannya, memperkuat deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.

"Ini perbaikan ke depan, menjadi perhatian untuk semua puskesmas dan rumah sakit se-Jawa Barat. Bahwa pelayanan ke depan akan lebih baik lagi sesuai dengan arahan Gubernur," tambahnya.

Dia menjelaskan, pada dasarnya penyakit cacingan bisa dicegah dan tidak mematikan. Asalkan bisa ditangani dengan segera dan benar.

Namun untuk kasus Raya, terhambatnya penanganan karena akses yang terbatas. Informasi yang dia terima, petugas puskesmas sebenarnya sudah merekomendasikan agar Raya dirujuk ke rumah sakit, tetapi keluarga tidak punya BPJS dan terkendala biaya.

“Ini jadi evaluasi bagaimana awareness dan kepedulian tenaga kesehatan harus lebih kuat. Karena sebetulnya itu tugas kita semua,” kata Vini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya