Xiaomi Siap Gempur Eropa, Ancaman Serius bagi Tesla dan BYD

Xiaomi terus berambisi besar untuk terus menguasai pasar otomotif. Setelah sukses di rumah sendiri, alias Tiongkok, jenama raksasa teknologi ini, berencana untuk mulai menjual mobil listriknya di Eropa pada 2027

oleh Arief AszhariDiterbitkan 21 Agustus 2025, 20:11 WIB
Xiaomi pamer mobil listrik Xiaomi SU7 di MWC 2024. Liputan6.com/Iskandar

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi terus berambisi besar untuk terus menguasai pasar otomotif. Setelah sukses di rumah sendiri, alias Tiongkok, jenama raksasa teknologi ini, berencana untuk mulai menjual mobil listriknya di Eropa pada 2027, dan langkah ini diyakini bisa menjadi ancaman serius bagi Tesla dan juga BYD.

Meski penjualan terus meningkat, divisi otomotif Xiaomi masih mencatat kerugian. Pada kuartal kedua 2025, Xiaomi mengirimkan 81.302 unit mobil, membuat total semester pertama mencapai 157.000 unit.

Namun, kerugian operasional sekitar 300 juta yuan atau setara Rp 946 miliar masih tercatat.

Lei Jun, Co-founder Xiaomi, menegaskan pihaknya optimistis divisi otomotif akan mencatatkan keuntungan pada paruh kedua 2025. Untuk memperkuat fondasi ekspansi global, Xiaomi juga merekrut sejumlah eksekutif senior dari BMW dan tim Formula 1, seperti Rudolf Dittrich, Dusan Sarac, dan Jannis Hellwig, yang akan memimpin pusat riset dan pengembangan di Eropa.

Disitat dari Carscoops, model YU7 yang baru diperkenalkan menjadi senjata utama Xiaomi. SUV ini ditawarkan dalam tiga varian, yakni Standar, Pro, dan Max, dengan arsitektur 800-Volt, fitur pengisian cepat, serta teknologi canggih seperti layar HyperVision panorama dan sistem operasi HyperOS yang bisa terintegrasi dengan ekosistem Xiaomi maupun iOS.

Dengan harga mulai dari US$ 35.000 atau sekitar Rp 582 juta, Xiaomi YU7 lebih murah dibandingkan Tesla Model Y yang dijual mulai US$ 36.760 atau Rp 611 juta.

Persaingan Sengit

Rencana ekspansi ke Eropa pada 2027, dinilai akan memicu persaingan yang lebih sengit. Dengan harga agresif dan lini produk yang menarik, kehadiran Xiaomi bisa memaksa Tesla maupun produsen otomotif Eropa untuk kembali melakukan penyesuaian strategi.

Banyak pengamat menilai langkah ini berpotensi memunculkan perang harga baru di pasar mobil listrik, yang akan membuat konsumen di Benua Biru semakin diuntungkan.

Dengan strategi agresif, rekam jejak penjualan yang kuat, serta investasi besar dalam riset dan pengembangan, Xiaomi kini bukan sekadar pendatang baru di industri otomotif. Perusahaan ini semakin dipandang sebagai salah satu pemain kunci yang bisa mengguncang pasar mobil listrik global, terutama di Eropa yang menjadi arena persaingan paling ketat.

Infografis Esemka dan Program Mobil Nasional

Infografis Esemka dan Program Mobil Nasional. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya