Sinergi Pegadaian & Relawan Bakti BUMN Batch VIII Bangun Desa Aan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Kolaborasi ini menghadirkan inisiatif yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan pendidikan guna memperkuat kemandirian masyarakat desa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

oleh Wuri AnggariniDiperbarui 20 Agustus 2025, 17:09 WIB
Kolaborasi Pegadaian dan Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Desa Aan, Bali. Foto: Pegadaian

Liputan6.com, Jakarta Pegadaian kembali menjalin kolaborasi bersama Relawan Bakti BUMN dalam program pembangunan desa yang kali ini dipusatkan di Desa Aan, Klungkung, Bali pada 14–17 Agustus 2025. Melalui kegiatan ini, Pegadaian bersama Relawan Bakti BUMN Batch VIII menghadirkan inisiatif yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan pendidikan guna memperkuat kemandirian masyarakat desa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Selama kegiatan, para relawan tidak hanya menyalurkan ilmu dan keterampilan, tetapi juga membawa optimisme baru bagi warga. Pada bidang kesehatan, digelar edukasi gizi seimbang dan pencegahan stunting yang mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi sehat, kuat, dan produktif.

Pemberdayaan Masyarakat di Berbagai Sektor

Kolaborasi Pegadaian dan Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Desa Aan, Bali. Foto: Pegadaian

Dari sisi lingkungan, kontribusi diwujudkan melalui penanaman bibit kaliandra untuk menjaga ketersediaan air, pengolahan sampah organik dengan biopori, hingga perawatan ruang publik. Aktivitas tersebut mendukung SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Darat).

Sektor ekonomi desa juga diperkuat melalui pendampingan UMKM dengan pelatihan, workshop, dan bazar, membuka peluang baru bagi usaha lokal dan pariwisata desa. Upaya ini sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Tak kalah penting, pendidikan menjadi perhatian utama dengan menghadirkan inspirasi bagi anak-anak desa untuk berani bermimpi dan percaya diri, sekaligus dikenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah sederhana sejak dini. Inisiatif ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 10 (Penurunan Kesenjangan), memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan inklusif.

Gotong Royong Bangun Masa Depan

Dalam pelaksanaan upacara 17 Agustus, kehadiran Tedi Bharata, Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, memberikan semangat tersendiri bagi para relawan dan warga. “Program Relawan Bakti BUMN adalah ruang bagi Insan BUMN seluruh Indonesia untuk belajar sekaligus mengabdi. Dari Desa Aan, kita melihat bagaimana energi positif ini bisa menyatu dengan masyarakat dan melahirkan perubahan nyata yang kami harap dapat terus bergema,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Eka Pebriansyah, Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian, yang menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung pembangunan masyarakat. “Kami percaya bahwa kekuatan bangsa terletak pada masyarakat. Melalui kolaborasi antara relawan dan warga, program ini bukan hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga menumbuhkan ekosistem desa yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Inilah wujud nyata Pegadaian Peduli untuk Indonesia,” tuturnya.

Dengan mengusung tema “Dari Relawan, Untuk Keberlanjutan Desa”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa gotong royong adalah kunci membangun masa depan. Jejak yang ditinggalkan di Desa Aan tidak hanya berupa program, tetapi juga harapan, mimpi, dan semangat baru untuk hidup yang lebih sejahtera dan lestari.

Partisipasi Pegadaian dalam program Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Desa Aan, Bali menjadi wujud nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap langkah bisnis dan sosial perusahaan. Melalui aspek lingkungan, Pegadaian mendorong pelestarian ekosistem desa lewat penanaman pohon, pengelolaan sampah organik, dan edukasi ramah lingkungan sejak dini. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat kapasitas masyarakat dengan pendampingan UMKM, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan anak-anak desa agar tumbuh menjadi generasi muda berdaya saing. Sementara dalam aspek tata kelola, program ini selaras dengan kebijakan keberlanjutan BUMN serta komitmen Pegadaian untuk menjalankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Melalui harmoni ketiga pilar ESG tersebut, Pegadaian menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai agen pembangunan berkelanjutan. Kehadiran relawan di Desa Aan menjadi bukti bahwa nilai ESG dapat diterapkan secara konkret, memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi Pegadaian terhadap pencapaian keberlanjutan Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya