Pemkot Surabaya Gandeng BRIN Siap Wujudkan Kebun Raya Mangrove Jadi Perpustakaan Bakau Dunia

Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya telah mencatatkan prestasi membanggakan di level internasional dan menjadi bagian dari World Mangrove Center (WMC) serta BGCI.

oleh Gilar RamdhaniDiperbarui 20 Agustus 2025, 14:21 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Sumber: Pemkot Surabaya)

Liputan6.com, Surabaya Kabar gembira datang dari Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya bersama BRIN tengah menyiapkan Kebun Raya Mangrove (KRM) untuk naik level menjadi pusat pengetahuan global alias perpustakaan bakau dunia. Langkah ini sejalan dengan upaya memperluas jejaring kerja sama KRM dengan dengan komunitas kebun raya internasional melalui keanggotaannya di Botanical Gardens Conservation International (BGCI).

Inisiatif Pemkot Surabaya sangat strategis untuk memperkuat posisi KRM sebagai pusat konservasi mangrove sekaligus laboratorium alam untuk riset dan edukasi global. Bergabungnya KRM Surabaya ke BGCI, telah membuka berbagai peluang untuk berbagi pengetahuan hingga memperkuat jejaring riset dan konservasi lintas negara.

Selain itu, keanggotaan KRM Surabaya pada BGCI juga memperluas diplomasi Indonesia di bidang konservasi tumbuhan, khususnya ekosistem mangrove yang menjadi salah satu kekayaan penting khas kawasan tropis pesisir.

Meski baru berusia dua tahun, KRM Surabaya telah mencatatkan prestasi membanggakan di level internasional dan menjadi bagian dari World Mangrove Center (WMC) serta BGCI. Apresiasi atas pencapaian ini disampaikan langsung Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, dalam peringatan HUT ke-2 KRM yang digelar Pemkot Surabaya di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Sabtu (26/7/2025).

"Dengan adanya sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkan kawasan ini, kini kawasan ini telah berubah menjadi lanskap konservasi yang asri, dilengkapi dengan infrastruktur serta fasilitas publik yang edukatif dan menarik serta inklusif,” kata Amarulla.

Acara Pemberian Penghargaan Badan Riset dan Inovasi Nasional kepada Pemerintah Kota Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)

Amarulla menekankan nilai ekologis ekosistem mangrove, mulai dari perlindungan garis pantai dari abrasi dan gelombang badai, penyediaan habitat penting bagi biota pesisir, hingga fungsinya sebagai penyerap karbon yang efektif.

"Di dunia ini sangat sedikit kebun raya yang berfokus pada konservasi jenis-jenis tumbuhan mangrove. Dari jumlah yang sangat sedikit tersebut KRM Surabaya adalah salah satu di antaranya," ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan ilmiah dan kolaboratif akan memperkuat posisi Kebun Raya Mangrove sebagai laboratorium alam yang mampu mengintegrasikan riset, edukasi, dan pemulihan ekosistem berkelanjutan.

"Oleh karenanya, saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama turut memberikan support agar kebun raya ini dapat semakin menunjukkan kontribusi dan peran strategisnya di bidang konservasi tumbuhan, khususnya tumbuhan mangrove,” imbuh Amarulla.

Pengembangan KRM akan Perkuat Ketahanan Pangan

Pelepasan Burung Endemik di kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)

Di waktu yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada BRIN atas pendampingan dan bimbingan yang diberikan. Menurutnya, dukungan dari BRIN menjadi motivasi bagi pemkot untuk menjaga dan mengembangkan KRM agar menjadi perpustakaan mangrove dunia dan pusat pengurangan karbon.

"Mendapatkan keanggotaan secara internasional menjadi penyemangat kami agar KRM menjadi perpustakaan mangrove dunia dan pusat pengurangan karbon,” ujar Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri mengungkap bahwa pengembangan KRM ke depan juga akan menyentuh ketahanan pangan melalui riset silvofishery bersama BRIN. Dimana silvofishery merupakan sistem budidaya perikanan terpadu di kawasan mangrove yang menggabungkan tambak dengan hutan mangrove.

"Kolaborasi antara mangrove dan perikanan serta tambak sekitar diharapkan akan menjaga kelestarian alam. Ketika alam dijaga, Surabaya akan menjadi kota yang bersih dan tenang,” jelasnya.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan RI, Ristianto Pribadi, berharap Kebun Raya Mangrove Surabaya ke depan dapat menjadi pusat pengetahuan bakau mangrove dunia. 

"Kebun Raya Mangrove Surabaya ini harapannya akan menjadi perpustakaan mangrove dunia. Karena Kebun Raya Mangrove (Surabaya) ini sekarang sudah memiliki 74 spesies mangrove, dan itu sangat sulit,” katanya.

BRIN Apresiasi Kemajuan Kebun Raya Mangrove Surabaya

Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengapresiasi kemajuan Kebun Raya Mangrove Surabaya dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah berhasil mengoptimalkan kawasan mangrove secara cepat.

"Luas lahan terbangun dan termanfaatkan saat ini sudah cukup luas. Ini merupakan salah satu prestasi yang layak diapresiasi,” ujar Hendrian.

Bahkan, Hendrian juga menilai keberhasilan Kebun Raya Mangrove Surabaya tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga keterlibatan aktif dalam jejaring kerja sama internasional. 

"Nah, semua prestasi itu, kami catat, kami amati, dan kami menyimpulkan bahwa Kebun Raya Mangrove Surabaya memang layak untuk mendapatkan apresiasi dan catatan yang istimewa,” tambahnya.

Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan bahwa KRM memiliki kolekasi jenis mangrove yang lebih banyak. Dari 56 jenis mangrove saat diresmikan tahun 2023 dan kini menjadi 74 jenis.

"Kami terus berupaya untuk menambah berbagai jenis mangrove sebagai koleksi di Kebun Raya Mangrove Surabaya," ungkap Antiek.

Antiek mengharapkan kerja sama lintas stakeholders termasuk BRIN semakin erat untuk memperkuat peran KRM dalam fungsi konservasi, riset, pendidikan, pariwisata, jasa lingkungan, serta mendukung pengembangan sumber pangan alternatif.

"Mudah-mudahan upaya kita bersama BRIN, bersama stakeholder yang lain untuk membangun kebun raya ini menjadi salah satu sumber pangan bisa segera dioptimalkan,” tutur Antiek.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya