Panas, Netanyahu Cap PM Australia Politikus Lemah yang Mengkhianati Israel

Apa yang melatarbelakangi situasi panas dalam hubungan Australia-Israel? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 20 Agustus 2025, 08:23 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan serangan luar biasa terhadap Anthony Albanese, menyebut perdana menteri Australia itu "lemah" dalam unggahannya di media sosial.

"Sejarah akan mengingat Albanese apa adanya: Seorang politikus lemah yang mengkhianati Israel dan meninggalkan orang-orang Yahudi Australia," bunyi unggahan Netanyahu di platform media sosial X.

Unggahan tersebut muncul tidak lama setelah kelompok Yahudi terkemuka di Australia menyerukan ketenangan pada Selasa (19/8/2025), menyusul peringatan dari menteri luar negeri Israel tentang langkah tambahan terhadap Australia di tengah aksi balas diplomatik terkait pembatalan visa.

"Ada konsekuensi nyata di sini dan kami ingin kedua negara menyelesaikan persoalan sebelum keadaan di luar kendali," kata Alex Ryvchin, co-chief executive dari Executive Council of Australia Jewry seperti dilansir The Guardian.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh pemerintahan Albanese memilih untuk menyulut antisemitisme setelah membatalkan visa politikus sayap kanan yang juga anggota parlemen Israel, Simcha Rothman, yang dijadwalkan melakukan rangkaian pidato di Sydney dan Melbourne akhir pekan ini.

Saar juga mengumumkan bahwa dia mencabut visa para perwakilan Australia untuk Otoritas Palestina. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyebut langkah itu tidak beralasan dan merusak upaya internasional menuju perdamaian dan solusi dua negara.

Sebab Pertikaian Australia Vs Israel

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. (Dok. Emmanuel Dunand/AP Photo)

Perselisihan diplomatik yang kian meningkat ini terjadi setelah keputusan Australia awal bulan ini untuk mengakui Negara Palestina di Sidang Majelis umum PBB pada September, menyusul komitmen baru oleh Otoritas Palestina.

Visa Rothman dibatalkan oleh Kementerian Dalam Negeri Australia pada Senin (18/8), dengan alasan risiko yang tidak dapat diterima terhadap ketertiban di Australia dan kekhawatiran bahwa anggota koalisi pemerintahan Netanyahu itu akan menyampaikan pernyataan provokatif untuk mempromosikan pandangan dan ideologinya yang kontroversial.

Dalam sebuah pesan video berbahasa Ibrani sesaat setelah pernyataannya, Saar memperingatkan Australia sedang "menganiaya Israel" dan pemerintahnya akan mengambil langkah tambahan.

Namun, kelompok Yahudi di Australia menyerukan agar kedua belah pihak mengendalikan diri mengingat hubungan ekonomi, ilmiah, dan budaya yang luas antara kedua negara.

"Kepala dingin perlu mengendalikan situasi, jika tidak akan ada risiko terhadap perdagangan bilateral senilai sekitar 2 miliar dolar, investasi besar pada perusahaan rintisan Australia, kerja sama keamanan vital, serta obat-obatan dan teknologi medis buatan Israel yang kita semua andalkan," ujarnya.

Pro dan Kontra

PM Anthony Albanese menang pemilu Australia. Ia menjadi pemimpin Australia pertama yang terpilih berturut-turut untuk periode kedua pada Sabtu 3 Mei 2025. (Dok. AP/Rick Rycroft)

Australia/Israel & Jewish Affairs Council mengatakan meski tidak setuju dengan banyak pandangan Rothman, pihaknya menganggap keputusan membatalkan visanya sebagai sebuah preseden yang mengkhawatirkan.

"Ini sangat mengecewakan bahwa Australia dan Israel telah mundur dari persahabatan erat menjadi adu diplomasi yang tidak produktif, yang tentu saja dimulai oleh tindakan tidak berdasar dan bermusuhan dari pemerintah Australia," kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.

Presiden Zionist Federation of Australia Jeremy Leibler menyebutkan kepada situs Jewish Independent pada Selasa bahwa pandangan Rothman tidak sejalan dengan opini arus utama Israel maupun dengan nilai-nilai sebagian besar orang Yahudi Australia.

Namun, dia juga mengkritik keputusan untuk melarangnya, dengan mengatakan, "Satu hal jika kita sangat tidak setuju dengan seorang wakil rakyat dari negara demokrasi dan sekutu, namun hal lain jika menolak mereka masuk dengan alasan itu. Australia sebaiknya tidak menetapkan preseden seperti itu."

Jewish Council of Australia yang progresif mendukung keputusan pemerintah Albanese, namun mempertanyakan mengapa Rothman awalnya diberi visa.

"Seperti halnya Rusia, anggota partai koalisi pemerintahan Israel seharusnya sudah menjadi subjek sanksi oleh pemerintah Australia, termasuk Rothman," tegas juru bicara Jewish Council of Australia Bart Shteinman.

"Keputusan agresif Israel untuk membalas penolakan visa Rothman dengan mengusir para diplomat Australia di Otoritas Palestina merupakan sebuah eskalasi besar dalam permusuhan terhadap Australia. Jika itu masih dianggap kurang sebagai bukti, jelaslah bahwa Israel tidak berminat menjaga hubungan dengan pemerintah Australia dan sama sekali tidak peduli pada kata-kata keras maupun pernyataan yang dikeluarkannya."

Alasan Australia Batalkan Visa

Ilustrasi Australia. (Dok. Unsplash)

Kementerian Dalam Negeri Australia menyebutkan pernyataan-pernyataan Rothman sebelumnya sebagai bagian dari pertimbangannya untuk mencabut visa yang sudah disetujui pada 8 Agustus.

Dalam pernyataannya pada Mei, Rothman menyebut anak-anak di Gaza sebagai musuh yang tidak boleh diizinkan masuk Israel.

"Anda tidak membiarkan mereka menaklukkan negara anda dengan pengungsi," sebut dia.

Pada kesempatan lain, Rothman dilaporkan mengatakan bahwa gagasan solusi dua negara antara Israel dan Palestina telah "meracuni pikiran seluruh dunia" dan merupakan "langkah pertama menuju kehancuran negara Israel".

Kementerian Dalam Negeri Australia menggarisbawahi bahwa jika publik mengetahui Rothman telah memasuki Australia dengan izin pemerintah, hal itu dapat mendorong orang lain merasa berani menyuarakan sentimen anti-Islam.

Asosiasi Yahudi Australia yang berhaluan kanan, yang mengundang Rothman dan menyelenggarakan tur pidatonya, mengatakan akan menggelar acara daring dengan Rothman pada Minggu (24/8) malam. Mereka memastikan "pertunjukan akan tetap berlangsung".

Keputusan Saar untuk mencabut visa tiga diplomat Australia – yang berbasis di Yerusalem Timur dan bekerja di Tepi Barat – diperkirakan akan mempersulit kerja Australia dengan Otoritas Palestina.

Kementerian Luar Negeri Australia kini sedang berupaya memulangkan para perwakilan yang terdampak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya