Rencana Jangka Panjang Barcelona: Kejar Bek Kidal Inter Milan yang Sesuai Filosofi Mereka

Selain lini depan, sektor pertahanan juga masuk agenda penting. Blaugrana mengincar bek kelas dunia untuk menjadi pasangan ideal Pau Cubarsi di masa depan.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 19 Agustus 2025, 23:13 WIB
Pemain Inter Milan, Stefan de Vrij (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya Alessandro Bastoni (kiri) setelah mencetak gol ke gawang RB Salzburg pada laga uji coba pramusim di Red Bull Arena, Austria, 10 Agustus 2023 WIB. (AFP/APA/Krugfoto)

Liputan6.com, Jakarta Barcelona tampaknya tidak akan melakukan langkah besar pada bursa transfer musim panas ini. Manajemen klub memilih untuk menahan diri meski kebutuhan memperkuat skuad sudah mulai terlihat.

Namun, rencana jangka panjang sudah disiapkan untuk tahun depan. Fokus utamanya adalah mencari pengganti Robert Lewandowski yang kontraknya habis di akhir musim ini.

Selain lini depan, sektor pertahanan juga masuk agenda penting. Blaugrana mengincar bek kelas dunia untuk menjadi pasangan ideal Pau Cubarsi di masa depan. Targetnya adalah penggawa Inter Milan, Alessandro Bastoni.


Bastoni Jadi Prioritas Utama Barcelona

Pemain aktif Inter Milan dengan masa bakti terlama dipegang oleh Alessandro Bastoni. Bek tengah Timnas Italia berusia 24 tahun ini kini tengah menjalani musim ketujuh bersama Nerazzurri sejak didatangkan pada awal musim 2017/2018 dari Atalanta dengan nilai transfer 31,1 juta euro. Langsung dipinjamkan ke Atalanta dan Parma pada dua musim pertamanya, ia baru membela Inter Milan mulai 2019/2020. Hingga kini ia telah tampil dalam 173 laga bersama Inter Milan di semua kompetisi dengan torehan 3 gol dan 14 assist. (AFP/Miguel Medina)

Nama Alessandro Bastoni dari Inter Milan mencuat sebagai target utama Barcelona. Laporan dari Fichajes mengatakan bahwa presiden klub Joan Laporta, direktur Deco, dan pelatih Hansi Flick sepakat untuk mengejarnya.

Bastoni dipandang sebagai bek dengan kualitas yang sesuai kebutuhan tim. Kehilangan Inigo Martinez yang pindah ke Al Nassr semakin memperkuat alasan perekrutan pemain asal Italia itu.

Dengan usia 26 tahun, Bastoni sudah matang di level tertinggi. Dua gelar Serie A dan pengalaman tampil di dua final Liga Champions menjadi bukti keandalannya.


Bek Kidal yang Sesuai Filosofi Barça

Bek Italia, Alessandro Bastoni (kiri) dan gelandang Israel, Manor Solomon, bersaing memperebutkan bola pada pertandingan UEFA Nations League, Liga A, Grup A2 di Bozsik Arena di Budapest, Hungaria, pada 9 September 2024 malam waktu setempat. (Attila KISBENEDEK / AFP)

Faktor lain yang membuat Bastoni begitu menarik adalah kaki kidalnya. Barcelona memang mengutamakan bek tengah berkualitas yang mampu membangun serangan dari belakang.

Keberadaan Bastoni diproyeksikan untuk melengkapi gaya main Pau Cubarsi. Kombinasi keduanya diyakini bisa menjadi fondasi kokoh pertahanan Blaugrana.

Namun, Inter Milan tidak mudah melepas sang pemain. Tawaran Chelsea sebesar €50 juta (sekitar Rp890 miliar) sudah ditolak musim panas ini.


Butuh Penjualan Besar untuk Wujudkan Transfer

Di babak kedua, Barcelona tampil menekan. Pada menit ke-56, tandukan Ronald Araujo menambah keunggulan Barcelona atas Real Sociedad. (LLUIS GENE/AFP)

Barcelona menyadari bahwa perekrutan Bastoni tidak bisa dilakukan tanpa langkah pengorbanan. Nama Ronald Araujo muncul sebagai salah satu yang bisa dilepas bila gagal menjadi pilihan utama.

Rencananya, dana hasil penjualan bek akan dialokasikan sebagian untuk memboyong Bastoni. Inter Milan pun masih berusaha mempertahankannya dengan kontrak baru.

Meski begitu, peluang terbuka karena pada 2026 Bastoni memasuki dua tahun terakhir kontraknya. Barcelona bahkan sudah memberi sinyal ke pihak pemain bahwa ia akan menjadi salah satu rekrutan besar mereka.

Sumber: Fichajes, Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya