Trump Terima Zelenskyy di Gedung Putih, AS Janjikan Dukungan Keamanan untuk Ukraina

Janji itu disampaikan Trump di hadapan sejumlah pemimpin Eropa dalam pertemuan luar biasa di Gedung Putih.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 19 Agustus 2025, 09:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Cross Hall Gedung Putih Washington D.C, pada Senin (18/8/2025) (Dok. AFP/Andrew Caballero-Reynolds).

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahwa Washington siap membantu menjamin keamanan Ukraina dalam setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Namun, sejauh ini belum jelas sejauh mana bentuk dukungan yang akan diberikan.

Janji itu disampaikan Trump saat menjamu Zelenskyy dan sejumlah pemimpin Eropa dalam pertemuan luar biasa di Gedung Putih, pada Senin (18/8/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung hanya dua hari setelah Trump bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, dan beberapa bulan setelah pertemuan yang sebelumnya berakhir ricuh, ketika Trump dan Wakil Presiden JD Vance secara terbuka mengkritik Zelenskyy di Ruang Oval, dikutip dari laman Japan Today, Selasa (19/8).

Meski ada upaya diplomasi baru, kesepakatan damai masih terasa jauh dari jangkauan. Trump maupun Zelenskyy sama-sama menyatakan harapan agar pertemuan ini dapat membuka jalan menuju perundingan trilateral dengan Putin. Namun, Kremlin sejauh ini belum menunjukkan kesediaan untuk duduk bersama Zelenskyy, apalagi melakukan konsesi berarti.

Sementara itu, para pemimpin Eropa yang bergegas ke Washington menekankan pentingnya gencatan senjata sebagai langkah awal sebelum perundingan lebih jauh. Trump sempat mendukung gagasan itu, tetapi usai bertemu Putin pada Jumat lalu, ia justru mengadopsi posisi Moskow yang menekankan perlunya perjanjian damai menyeluruh, bukan sekadar jeda pertempuran.

"Saya ingin mereka berhenti, tentu saja," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

"Tetapi secara strategis, gencatan senjata bisa merugikan salah satu pihak."

Di sisi lain, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan bahwa gencatan senjata mutlak diperlukan sebelum ada pembicaraan langsung dengan Rusia.

"Saya tak bisa membayangkan pertemuan berikutnya berlangsung tanpa gencatan senjata," ucap Merz. Pernyataan serupa juga disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menekankan pentingnya keterlibatan Eropa.

"Ketika kita bicara soal jaminan keamanan, itu menyangkut seluruh benua Eropa," kata Macron.

Trump, yang kerap menyebut Putin ingin mengakhiri perang, mengaku kembali berbicara dengan pemimpin Rusia itu pada Senin dan berencana menghubunginya lagi setelah perundingan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa pengerahan pasukan NATO di Ukraina bukanlah solusi bagi konflik.

 

Nada Bersahabat Setelah Pertemuan Buruk Februari

Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy adu mulut di Ruang Oval, Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025), saat membahas perang Ukraina-Rusia. (AP)

Pertemuan kali ini jauh berbeda suasananya dibandingkan pertemuan Trump-Zelenskyy sebelumnya pada Februari lalu, yang berakhir dengan ketegangan akibat kritik pedas Trump dan Vance terhadap Zelenskyy.

Kali ini, suasana terkesan lebih hangat. Zelenskyy berulang kali mengucapkan terima kasih—setidaknya delapan kali dalam pernyataan pembukaannya—dan tampil lebih menghormati. Ia juga hadir bersama dukungan kolektif para pemimpin Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Finlandia, Uni Eropa, serta NATO yang datang ke Washington untuk menunjukkan solidaritas terhadap Ukraina.

Trump bahkan menyambut Zelenskyy dengan hangat di halaman Gedung Putih, sempat memuji setelan hitam yang dikenakan Zelenskyy, berbeda dari pakaian militernya yang biasa. Ketika seorang wartawan menanyakan pesannya untuk rakyat Ukraina, Trump menjawab singkat, "Kami mencintai mereka," sambil menepuk punggung Zelenskyy dengan penuh keakraban.

Dalam pembicaraan tertutup, Zelenskyy menilai pertemuannya dengan Trump berjalan "sangat baik" dan menekankan pentingnya jaminan keamanan dari AS.

"Ini sangat penting, bahwa Amerika Serikat memberikan sinyal kuat dan siap memberikan jaminan keamanan," katanya.

Trump sendiri menyebut telah membahas "banyak hal" dengan Zelenskyy, termasuk soal dukungan keamanan. "Akan ada banyak bantuan," ujarnya.

"Negara-negara Eropa tetap jadi garda terdepan karena mereka berada paling dekat, tapi kami akan membantu mereka."

Infografis Hasil Pertemuan Jokowi dengan Volodymyr Zelenskyy di Kiev. (Liputan6.com/Trieyasni)}

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya