Kemampuan Bahasa Inggris Putin Disorot Usai Bertemu Trump di Alaska

Bisakah Putin berbahasa Inggris? Simak penuturan sejumlah pihak berikut ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 19 Agustus 2025, 05:03 WIB
Presiden Donald Trump menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). (Dok. AP/Julia Demaree Nikhinson)

Liputan6.com, Jakarta - Ada beberapa momen ketika Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin bertukar kata tanpa penerjemah dalam pertemuan mereka di pangkalan militer Joint Base Elmendorf‑Richardson di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat (AS), pada Jumat (15/8/2025). Hal ini kemudian memantik perdebatan apakah Putin bisa berbahasa Inggris atau tidak.

Keduanya berbincang santai bak dua kawan lama di karpet merah yang digelar Trump untuk menyambut orang nomor satu di Rusia itu, sebelum melanjutkan obrolan di kursi belakang "The Beast"—limosin lapis baja Kepresidenan AS.

Perjalanan dengan "The Beast" menjadi kesempatan bagi Trump dan Putin untuk benar-benar berdua, selain dengan pengemudi dan pengawal.

Meski kemungkinan besar dunia luas tidak akan pernah tahu apa yang dibicarakan keduanya, para komentator dan pakar menilai dari apa yang sudah diketahui—Putin sebenarnya memiliki penguasaan bahasa Inggris yang baik.

Ketika jurnalis berteriak menanyakan kepada Putin, salah satunya "Apakah Anda akan berhenti membunuh warga sipil?", dia menunjuk ke telinganya dan mengangkat bahu, seolah ingin menyiratkan bahwa dia tidak menangkap pertanyaan itu atau tidak mengerti.

Misteri Pembicaraan di The Beast

Presiden Donald Trump hendak menjabat tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). (Dok. AP/Jae C. Hong)

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, pernah mengatakan pada 2021 bahwa pemimpin Rusia, yang juga fasih berbahasa Jerman, itu berbicara bahasa Inggris dengan cukup baik hingga kadang-kadang bahkan mengoreksi penerjemah.

"Bahasa Inggris Putin jauh lebih bagus daripada yang dia perlihatkan," ujar mantan Duta Besar AS untuk Rusia John Sullivan kepada CBS. "Dia memang tidak selancar berbahasa Inggris seperti dalam bahasa Jerman—dia bisa berbincang dengan kanselir Jerman dengan bahasa Jerman yang nyaris tanpa cacat. Bahasa Inggrisnya memang tidak sebaik itu, namun dia bisa mengobrol dengan presiden (Trump) dalam bahasa Inggris dengan tingkat pemahaman yang bisa dimengerti Presiden Trump."

Para pengkritik Putin menyuarakan kekhawatiran ketika dia dan Trump berbincang berdua saja di kursi belakang "The Beast".

"Saya sangat yakin bahwa apa pun yang dibicarakan Trump dan Putin (yang kemampuan bahasa Inggrisnya cukup baik) secara pribadi di dalam "The Beast" selama beberapa menit tanpa saksi, itulah alasan sebenarnya dari keseluruhan pertemuan mendadak ini," demikian spekulasi komentator politik dari Partai Demokrat Julie Roginsky di platform media sosial X. "Dan saya tidak begitu yakin bahwa itu hanya soal Ukraina."

Delegasi Rusia Unggul atas AS

Presiden Donald Trump menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). (Dok. AP/Julia Demaree Nikhinson)

The Lincoln Project, sebuah kelompok anti-Trump, menyoroti kemampuan Putin berbahasa Inggris lewat sebuah unggahan di X. Mereka membagikan cuplikan saat seorang reporter bertanya kepada Putin apakah dia akan berhenti membunuh warga sipil di Ukraina, lalu Putin hanya mengetuk telinganya dan tidak menjawab.

"Putin sebenarnya bisa bahasa Inggris," tulis akun tersebut.

Senator Kanada Charles Adler juga membagikan klip yang sama dan menyindir Trump.

"Putin bisa berpura-pura tidak mengerti bahasa Inggris. Faktanya, dia mantan agen KGB, terbiasa dengan beberapa bahasa," kata Adler dalam unggahannya di X. "Kemungkinan besar dia berbahasa Inggris lebih baik daripada Trump. Bahkan sebuah Dodge '57 — mobil klasik keluaran 1957 — pun bisa dibilang lebih baik dari Trump dalam hal itu."

Jurnalis yang berbasis di Kyiv, Euan MacDonald, menuturkan bahwa delegasi Rusia memiliki keuntungan dibanding delegasi AS dalam KTT di Alaska.

"Delegasi Rusia (Yury) Ushakov dan (Sergey) Lavrov keduanya fasih berbahasa Inggris. Rubio dan Witkoff tidak bisa bahasa Rusia," kata MacDonald dalam unggahannya di BlueSky. "Keuntungan besar bagi Putin dibanding Trump. Dapat dipastikan Ushakov dan Lavrov akan mencermati dengan teliti setiap percakapan internal delegasi AS."

Lavro adalah menteri luar negeri Rusia, sementara Ushakov adalah penasihat utama Putin.

Penerjemah dari kedua belah pihak tetap hadir untuk menerjemahkan jalannya pertemuan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya