Liputan6.com, Jakarta - Bertajuk "Rétrograde," desainer Prancis Louise Marcaud mempersembahkan koleksi teranyarnya di JF3 2025, beberapa waktu lalu. Rangkaiannya merupakan perpaduan antara struktur, kepekaan, dan kekuatan gerak, dengan sentuhan tailoring dan arsitektur.
Koleksi Louise di JF3 tahun ini terinspirasi Bauhaus, garis-garis arsitektural ala Le Corbusier, serta tekstur karya Jean Dubuffet. Visualnya juga merujuk pada dunia balap motor dan sepak bola Amerika. Disiplin ini menggambarkan kecepatan, benturan, dan ketahanan tubuh.
Advertisement
Hasilnya adalah siluet yang kokoh, tapi dinamis. Bahu yang tegas, volume yang dipahat dengan cermat, serta garis-garis bersih berpadu detail subtil dan gerakan yang mengalir. Pakaian ini melindungi, sekaligus mengekspresikan keunikan pemakainya.
Koleksi ini terdiri dari 20 tampilan, dengan total sekitar 50 potong mode. Fokusnya mengarah pada struktur dan volume, terutama pada bagian bahu, serta keahlian tailoring yang khas. Bahan yang digunakan antara lain wol, katun, dan sutra, semuanya berasal dari stok kain mati, selaras dengan pendekatan ramah lingkungan dan produksi lokal.
Bakal Tersedia di Jakarta
Seluruh koleksi dibuat secara lokal di Paris, di dalam atelier tempat semua proses berlangsung dengan penuh ketelitian dan rasa hormat pada keahlian. Beberapa potong akan tersedia untuk pembelian langsung di Jakarta, sementara sebagian lainnya akan tersedia melalui situs web resmi.
Sisanya akan dirilis pada September 2025, baik secara online maupun melalui pemesanan khusus. Layanan custom dan made-to-measure juga ditawarkan bagi pelanggan yang menginginkan hubungan yang lebih pribadi dengan pakaian mereka.
Marcaud menawarkan mode yang deconstructed, ekspresif, dan tahan lama, yang mana setiap pakaian jadi bentuk bahasa, struktur, dan kehadiran yang nyata. Sebuah cara berpakaian yang memperkuat identitas melalui keindahan dan ketegasan bentuk.
Semangat Berkarya
Berasal dari Burgundy, sebuah daerah pedesaan di Prancis, Louise tumbuh dalam lingkungan kreatif. Ayahnya adalah seorang tukang kayu, dan dari bengkel sang ayah, ia mulai mengenal dunia bahan dan kerajinan tangan.
Semangat mencipta dan bekerja dengan tangan yang ia pelajari sejak kecil masih hidup dalam setiap karyanya hari ini. Setelah menempuh pendidikan dalam desain mode dan arahan artistik, Louise mendirikan merek pribadinya di Paris pada 2020.
Visi kreatifnya adalah menciptakan busana yang terstruktur, ekspresif, dan bertanggung jawab, dengan setiap potongan sebagai ruang ekspresi, sekaligus perlindungan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, JF3 tahun ini telah berlangsung di dua lokasi, yakni pada 24─27 Juli 2025 di Summarecon Mall Kelapa Gading dan 30 Juli─2 Agustus 2025 di Summarecon Mall Serpong.