Liputan6.com, Jakarta Dalam pidato kenegaraan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan setidaknya delapan hal terkait kesehatan.
Delapan hal ini dirangkum oleh Adjunct Professor Griffith University, Prof Tjandra Yoga Aditama, sebagai berikut:
Advertisement
Pertama, Prabowo menyampaikan kesehatan sebagai salah satu prioritas RAPBN 2026, dengan dihadirkannya kesehatan berkualitas yang adil dan merata. Ditegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara.
“Apa yang disampaikan Presiden ini amat sejalan dengan konsep internasional Universal Health Coverage (UHC), yang artinya adalah semua warga memperoleh akses pada pelayanan kesehatan bermutu yang dibutuhkannya, kapan dan dimanapun dibutuhkannya, tanpa membebani keuangannya,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (17/8/2025).
Kedua, anggaran kesehatan tahun 2026 dialokasikan Rp244 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya. Ini hal yang amat penting, kata Tjandra.
Ketiga, disampaikan tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tjandra memberi masukan untuk program ini.
Yakni agar merancang MBG sebagai suatu kerangka yang lengkap School Nutrition Package Framework, penerapan from farm to plate (dari peternakan ke piring) dalam implementasinya, serta pentingnya aspek kepemimpinan dan manajemen pengorganisasian.
Soal Cek Kesehatan Gratis
Keempat, Presiden menyampaikan tentang Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Program ini tentu amat kita dukung, dan mengharapkan agar setidaknya ada dua tujuan kegiatannya di sekolah. Yaitu mendeteksi dini gangguan kesehatan pada anak sekolah. Dan kedua untuk meningkatkan pemahaman kesehatan pada anak dan juga lingkungan sekolah.”
Kelima, soal 66 rumah sakit di 66 kabupaten yang sedang ditingkatkan kelasnya.
“Kita percaya bahwa ini dilakukan bersamaan dengan penguatan pelayanan kesehatan primer dan kegiatan langsung di masyarakat pedesaan,” kata Tjandra.
Tentang Penurunan Tuberkulosis
Keenam, Prabowo kembali menyebutkan tentang program kesehatan untuk penurunan tuberculosis (TB).
“Ini jelas hal yang amat penting, karena kita tahu bahwa Indonesia adalah negara penyumbang kasus TB terbanyak kedua di dunia, dan kita sudah punya Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 67 Tahun 2021 yang mengamanatkan eliminasi tuberkulosis di tahun 2030.”
Ketujuh, pidato Presiden juga menyebut tentang pengendalian penyakit menular, yang disambut baik oleh Tjandra.
“Tentu dalam hal ini diingatkan, bahwa negara kita juga masih menghadapi penyakit tropik terabaikan (neglected tropical diseases/NTD).”
Kedelapan, ditegaskan kembali pentingnya peran kesehatan dalam berbagai aspek kehidupan.
“Memang kesehatan bukanlah segala-galanya, tetapi kita menyadari bahwa tanpa ada kesehatan maka segalanya dapat jadi tidak berarti,” tutup Tjandra.