Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Politik dan Keamanan (Wamen Polkam) Lodewijk mengaku bersyukur Indonesia dapat memasuki usia kemerdekaan ke-80.
Meski begitu, dia mengakui perjalanan Merah Putih selama 8 dekade masih harus terus dievaluasi demi terciptanya kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Advertisement
"Kita harus bersatu, untuk menghadapi situasi global yang tidak menentu ini kita harus bersatu. Tidak ada cara lain. Bersatu dari aspek keamanan, aspek politik, aspek ekonomi," kata Lodewijk saat ditemui di Kantor Kementerian Politik dan Keamanan, Jakarta, Minggu (17/8/2025).
Politisi Golkar ini menambahkan, dalam momentum peringatan hadi kemerdekaan, dirinya mencoba melakukan refleksi momentum apa saja yang telah dilalui bangsa Indonesia.
Dia mengklaim, apa yang sudah berjalan dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah dinilai baik oleh pelbagai lembaga survei dalam dan luar negeri.
"Kita tahu Kabinet Merah Putih tentunya dibawah pimpinan Pak Prabowo Subianto telah melaksanakan tugas itu dengan sangat baik. Itu ditandai dengan penilaian dari luar," ucap Wamen Polkam Lodewijk.
"Dari survei bahwa sampai April kita pada rating yang paling tinggi. Terus bagaimana ke depan, satu tahun ke depan, kita lihat aja tema yang diusung. Bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia Maju," tegas pensiunan jenderal TNI AD bintang 3 ini.
Lodewijk berharap, negara dapat terus mengelola hasil kekayaanya untuk rakyat Indonesia. Artinya, kembali kepada pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, bahwa semuan dikelola untuk rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat.
"Tujuannya Pak Prabowo dalam pidatonya kenegaraan di MPR maupun pidato dalam rangka pembahasan rancangan anggaran belanja negara, APBN itu. Beliau sampaikan untuk rakyat. Kenapa rakyat? Karena kita akan menuju keadaan pertumbuhan ekonomi 8%. Itu artinya kalau 8% ada jaminan rakyat itu sejahtera," dia memungkasi.
Tersenyum dan Lambaikan Tangan, Potret Jokowi, Ma'ruf dan JK Hadiri Peringatan HUT ke-80 RI di Istana
Sebelumnya, Upacara Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia segera dimulai. Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi bersama sang istri Iriana Widodo tampak sudah hadir.
Jokowi tampak mengenakan beskap hitam. Sementara Iriana memakai baju kebaya berwarna krem berpadu pink. Keduanya diantar dengan mobil golf menuju lokasi upacara. Keduanya langsung tersenyum ketika disapa awak media.
Tak lama setelah Jokowi, juga tiba di lokasi mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) bersama istri dan Ma'ruf Amin bersama istri. JK dan Ma'ruf sama-sama mengenakan jas hitam. Sementara para istri mengenakan kebaya. Keduanya tampak berjalan kaki bersama-sama.
Bianca Alessia jadi Pembawa Baki
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Paskibraka Nasional 2025 telah ditetapkan dengan nama "Indonesia Berdaulat". Bianca Alessia Christabella Lantang, siswi SMA Lentera Harapan Tomohon resmi diumumkan sebagai pembawa baki Paskibraka Nasional 2025.
Nindya Eltsani Fawwaz dari Jambi ditunjuk sebagai cadangan pembawa baki. Arka Bintang Is’adkauthar asal Jawa Timur dipercaya menjadi Komandan Kelompok 8.
Sementara tugas pengerek bendera diberikan kepada Farrel Argantha Irawan dari DKI Jakarta.
Sementara, El Rayyi Mujahid Faqih dari Kalimantan Timur bertugas sebagai pembentang bendera, dan Habib Burhan dari Sumatra Barat memimpin Kelompok 17.
AKP Raden Bimo Dwi Lambang, Kapolsek Batuaji, mendapat amanah sebagai Komandan Kompi Paskibraka. Wakil Komandan Grup 1 Kopassus, ditunjuk sebagai Komandan Upacara.