Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memimpin upacara HUT ke-80 RI di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Dalam pidatonya, Megawati mengatakan usia Indonesia ke-80 bukan sekadar angka. Dia mengajak seluruh kader PDIP merenungkan bersama makna kemerdekaan Indonesia.
Advertisement
"Hari ini di usia 80 tahun kemerdekaan RI kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk merenungkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya," kata Megawati dalam amanatnya, Jakarta, Minggu (17/8).
Kemerdekaan RI Bukan Hadiah
Megawati menegaskan, kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari penjajah. Kemerdekaan berhasil diraih berkat cucuran darah dan keringat para pejuang Indonesia.
"Dia adalah hasil cucuran darah, keringat, dan air mata para pendiri bangsa, para pejuang, dan para syuhada kemerdekaan yang mengorbankan segalanya demi merah putih agar berkibar di langit nusantara," sambungnya sambil menangis saat mengenang hari kemerdekaan.
Amanat Bung Karno
Presiden ke-5 RI ini pun kembali apa yang pernah dikatakan oleh Presiden ke-1 RI Soekarno dalam amanatnya tersebut.
"Bung Karno Proklamator bapak bangsa kita pernah berkata, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa pahlawannya," ungkapnya.
Oleh karenanya, dia meminta kepada para kadernya untuk bisa menjaga api kemerdekaan agar tetap selalu menyala dan tidak padam.
"Maka saya tegaskan tugas kita sebagai kader PDIP adalah menjaga api kemerdekaan agar tetap menyala, tidak pernah padam oleh dorongan kepentingan pribadi maupun golongan," tegasnya.
"Tidak goyah oleh godaan kekuasaan, dan tidak tunduk pada politik yang mengkhianati rakyatnya sendiri," pungkasnya.
Reporter: Nur Habibie
Sumber: Merdeka.com