Program Inovasi Perkuat Pemantauan dan Kepatuhan Suplemen bagi Ibu Hamil di Lombok

Sebuah program inovasi untuk memperkuat pemantauan dan kepatuhan suplementasi mikronutrien bagi ibu hamil digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

oleh Tim NewsDiperbarui 16 Agustus 2025, 04:25 WIB
Kesehatan gigi ibu hamil yang buruk memiliki pengaruh signifikan terhadap stunting bayi. Sebuah fakta krusial yang perlu Sahabat Fimela ketahui. (Kembara Nusa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah program inovasi untuk memperkuat pemantauan dan kepatuhan suplementasi mikronutrien bagi ibu hamil digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program digelar oleh Yayasan Institut Pengembangan Suara Mitra atau dikenal dengan Summit Institute for Development (SID) dalam rangka perayaan 25 Tahun Program SUMMIT yang dirangkaikan dengan peluncuran SMART-MMS.

"Program Supplementation with Multiple Micronutrients Intervention Trial (SUMMIT) yang dilaksanakan di Lombok pada tahun 2000-2004 merupakan penelitian skala besar yang melibatkan lebih dari 42.000 ibu hamil untuk menilai dampak dari Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) pada peningkatan kelangsungan hidup bayi," ujar peneliti utama program SUMMIT Anuraj Shankar melalui keterangan tertulis, Jumat (15/8/2025).

Hasilnya, lanjut dia, menunjukkan bahwa MMS mampu menurunkan angka kematian bayi sebesar 18%, menurunkan 38% angka kematian bayi pada ibu hamil anemia, serta memberikan dampak jangka panjang pada peningkatan kognitif ibu dan anak, berdasarkan hasil dari program SUMMIT 10 tahun (S10Y), sebuah program lanjutan dari SUMMIT.

"Program ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai sejauh mana dampak MMS terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, SUMMIT juga bertujuan untuk melihat bagaimana efektivitas MMS dalam konteks programatik, ketika diterapkan secara luas dalam sistem pelayanan kesehatan primer," ucap Anuraj.

"Program ini juga menjadi momen penting untuk menunjukkan bagaimana peneliti lokal di Indonesia mampu melaksanakan penelitian berskala besar dengan standar tinggi. Tak kalah penting, SUMMIT turut menilai dampak MMS terhadap peningkatan kognitif ibu dan bayi," sambung dia.

 

Kolaborasi dengan Kemenkes

Sebuah program inovasi untuk memperkuat pemantauan dan kepatuhan suplementasi mikronutrien bagi ibu hamil digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Ist)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengadopsi MMS sebagai program nasional sejak 2024 di 15 provinsi prioritas, satu momentum perubahan kebijakan nasional yang diinisiasi oleh SUMMIT, tantangan dalam pemantauan kepatuhan konsumsi oleh ibu hamil masih ada.

"Berdasarkan Riskesdas 2018 menunjukkan hanya 44,2% ibu hamil mengkonsumsi minimal 90 tablet TTD selama kehamilan. SMART-MMS hadir untuk menjawab tantangan ini dengan pendekatan tepat sasaran, memanfaatkan teknologi untuk pemantauan konsumsi, pelaporan, dan edukasi berbasis komunitas," terang Anuraj.

Dia menjelaskan, melalui kolaborasi antara Kemenkes RI, Pemerintah Provinsi NTB, tenaga kesehatan, akademisi, dan mitra internasional, SID memimpin pengembangan SMART-MMS dengan integrasi teknologi digital, pelatihan tenaga kesehatan, serta penguatan sistem data di fasilitas kesehatan dan komunitas.

Grand Launching SMART-MMS menjadi momentum memperkenalkan pendekatan baru berbasis inovasi digital, data real-time, dan edukasi komunitas untuk meningkatkan cakupan dan kepatuhan konsumsi MMS di Indonesia.

"Kepatuhan masih menjadi tantangan besar dan menjadi pekerjaan rumah kita bersama. MMS yang diberikan tidak akan berdampak optimal jika kita tidak mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi oleh penerima manfaat," ucap Dietisien CEO Summit Institute for Development Yuni Dwi Setyawati.

"Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa digitalisasi benar-benar mampu meningkatkan kepatuhan tersebut. Namun, SID menghadirkan inovasi digital melalui SMART MMS yang dirancang untuk memantau dan meningkatkan kepatuhan secara efektif," sambung dia.

 

Kata Pemprov NTB

Acara peluncuran berlangsung pada hari Sabtu, 9 Agustus 2025, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai, bertempat di Prime Park Hotel, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Acara diisi dengan paparan tokoh kunci, peluncuran resmi SMART-MMS, dan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berperan penting dalam kesuksesan Program SUMMIT.

"Selamat atas penyelenggaraan SMART MMS di NTB, pemerintah Nusa Tenggara Barat tentu saja siap untuk bekerjasama dalam rangka melaksanakan program MMS di NTB dalam rangka melihat kemungkinan MMS dapat diterapkan di NTB secara penuh," kata Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya.

"Semoga kegiatan ini berjalan dengan sukses dan apapun yang dihasilkan di dalam kegiatan ini memberikan manfaat untuk sebanyak mungkin masyarakat khususnya di NTB," sambung dia.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Pulau Lombok dan mitra pembangunan lainnya yang akan turut menyukseskan program kedepannya.

Infografis Ibu Hamil Sudah Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya