Momen Puan Nyanyi Lagu Imagine John Lennon Saat Pidato Sidang Tahunan 2025

Momen unik terjadi saat Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato salam Sidang Tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD RI 2025, Jumat (15/8/2025).

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 15 Agustus 2025, 10:40 WIB
Ketua DPR Puan Maharani pidato di Sidang MPR/DPR/DPD

Liputan6.com, Jakarta - Momen unik terjadi saat Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato salam Sidang Tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD RI 2025, Jumat (15/8/2025).

Di tengah pidatonya, Puan menyanyikan lagu Imagine dari Jhon Lennon. Mulanya Puan menyinggung keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2024-2029, mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah ya itu sekitar 21,9% atau 127 dari 580 anggota DPR.

"Laki-laki dan perempuan hidup di dunia yang sama memikul tanggungjawab yang sama untuk membangun peradaban dunia seperti syair lagu yang pernah sangat populer," kata Puan, Jumat (15/8/2025).

"Imagine all the people, sharing all the world uu~

You may say i'm dreamer but i'm not the only one. I hope someday, you will join us, and the world will live as one," nyanyi Puan.

Mendengar nyanyian Puan, nampak anggota Dewan bertepuk tangan hingga tertawa. Sebagian nampak tersenyum tipis.

Sebelumnya, Puan Maharani menyinggung fenomena kritik kreatif masyarakat di media sosial dalam pidatonya di

Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2025. Puan mengatakan dalam demokrasi, masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya untuk bersuara dan menyampaikan kritik.

"Marilah kita bangun demokrasi yang menghidupkan harapan rakyat. Demokrasi yang tidak berhenti di bilik suara, tetapi terus tumbuh di ruang-ruang dialog, di dapur rakyat, di balai desa, hingga di gedung parlemen agar setiap keputusan lahir dari kesadaran bersama, bukan hanya kesepakatan segelintir elite," kata Puan.

Sidang Bersama DPR-DPD yang merupakan rangkaian Sidang Tahunan MPR RI digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Rangkaian sidang ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kabinetnya, serta sejumlah tokoh negara.

"Dalam demokrasi, rakyat harus memiliki ruang yang luas untuk berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat, dan menyampaikan kritik. Kini, kritik rakyat hadir dalam berbagai bentuk yang kreatif dan memanfaatkan kemajuan teknologi, khususnya media sosial, sebagai corong suara publik," tambah Puan.

 

Bentuk Ekspresi Publik

Ketua DPR RI Puan Maharani saat Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, pada Jumat (15/8/2025). (Foto: tangkapan layar/agustina melani)

Mantan Menko PMK ini pun mencontohkan berbagai bentuk ekspresi publik yang viral di ruang digital, mulai dari kalimat singkat hingga simbol-simbol pop culture. Di balik berbagai ekspresi keresahan rakyat, menurut Puan, tersimpan harapan yang harus dipahami dengan kebijaksanaan.

"Ungkapan tersebut dapat berupa kalimat singkat seperti “kabur aja dulu”, sindiran tajam “Indonesia Gelap”, lelucon politik “negara Konoha”, hingga simbol-simbol baru seperti “bendera One Piece”, dan banyak lagi yang menyebar luas di ruang digital," sebut Puan,

"Fenomena ini menunjukkan bahwa aspirasi dan keresahan rakyat kini disampaikan dengan bahasa zaman mereka sendiri," imbuh dia.

Puan mengingatkan bahwa kritik dari rakyat tidak boleh dipandang sebelah mata, melainkan perlu direspons dengan kebijaksanaan.

"Bagi para pemegang kekuasaan, semua suara rakyat yang kita dengar bukanlah sekadar kata atau gambar. Di balik setiap kata ada pesan. Di balik setiap pesan ada keresahan. Dan di balik keresahan itu ada harapan," tutur Puan.

"Karena itu, yang dituntut dari kita semua adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami. Kebijaksanaan untuk tidak hanya menanggapi, tetapi merespons dengan hati yang jernih dan pikiran yang terbuka," sambung dia.

Puan menyebut bahwa kritik masyarakat meskipun disampaikan dengan keras, bukan untuk memecah belah, tapi sebagai bagian dari alat perbaikan demi kemajuan bangsa.

"Kita semua berharap apa pun bentuk dan isi kritik yang disampaikan rakyat tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan. Kritik tidak boleh menjadi api yang memecah belah bangsa. Sebaliknya, kritik harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama," ungkapnya.

Lebih lanjut, Puan mengajak semua pihak untuk terus membangun demokrasi yang hidup dan berpihak pada harapan rakyat.

"Gunakanlah ruang kritik itu sebagai sarana untuk menyadarkan penguasa, memperbaiki kebijakan, menuntut tanggung jawab, dan mendorong kemajuan bagi seluruh anak bangsa," tukas Puan.

 

Berkebaya Hijau dan Batik Pekalongan, Puan Siap Pimpin Sidang Bersama DPR-DPD 2025

Gibran Tiba di Sidang Tahunan MPR Naik MV3 Garuda Limousine, Disambut Puan Maharani

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menghadiri Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (15/8/2025).

Puan mengenakan kain batik tulis Pekalongan dengan kebaya berwarna hijau dan berselendang merah.

Sementara para menteri hingga Wapres Gibran Rakabuming tidak mengenakan pakaian adat melainkan setelan jas resmi.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang telah hadir mengenakan setelan jas.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan menjalani sidang tahunan perdananya sejak resmi menjabat.

Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan yang berisi laporan kinerja pemerintahan, evaluasi pelaksanaan program, serta arah kebijakan nasional untuk periode berikutnya.

Infografis Menanti Pertemuan Informal Puan Maharani dan Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya