Liputan6.com, Jakarta - Apple akhirnya buka suara terkait tudingan Elon Musk yang menilai perusahaan berbasis di Cupertino 'memilih kasih" terhadap OpenAI, sehingga ChatGPT dountungkan di App Store.
Lewat keterangan resminya ke Bloomberg, Apple menegaskan App Store dirancang adil dan bebas bias.
Advertisement
"Kami menampilkan ribuan aplikasi melalui bagan, rekomendasi algoritmik, dan daftar kurasi dipilih oleh para ahli menggunakan kriteria objektif," tulis Apple dalam keterangan resmi via Bloomberg, Jumat (15/8/2025).
Raksasa teknologi itu juga menambahkan, "tujuan kami adalah menawarkan penemuan aman bagi pengguna dan peluang berharga bagi pengembang, berkolaborasi dengan banyak pihak untuk meningkatkan visibilitas aplikasi dalam kategori berkembang pesat."
Tudingan antimonopoli ini muncul setelah Elon Musk menyebut, dia dan xAI akan menempuh langkah hukum antimonopoli atas dugaan pemeringkatan merugikan Grok milik xAI dibanding ChatGPT milik OpenAI.
Apple dan OpenAI Kolaborasi
Kreator ChatGPT OpenAI Bikin Alat untuk Deteksi Teks Buatan AI atau Manusia. (Doc: OpenAI)
Apple dan OpenAI memang telah berpartner sejak WWDC 2024, dan ingin mengintegrasikan ChatGPT ke ekosistem Apple.
Namun, laporan Bloomberg menyebut tak ada keuntungan finansial langsung bagi kedua perusahaan, OpenAI mendapatkan lebih banyak eksposur dan ChatGPT dipromosikan di App Store.
Sebelumnya, Apple telah mengonfirmasi rencananya untuk mengintegrasikan model AI dari Google dan Anthropic ke dalam Apple Intelligence.
Berdasarkan pernyataan resmi tersebut, jelas Apple menolak narasi "pilih kasih" dan menegaskan mekanisme pemeringkatan App Store berbasis metrik objektif dan kurasi ahli.
Elon Musk Kesal Grok Kalah dari ChatGPT di App Store
Elon Musk, CEO Tesla, Wakil Ketua Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang baru diumumkan, tiba di Capitol Hill bersama putranya pada 05 Desember 2024 di Washington, DC. (Dok: Anna Moneymaker/AFP)
Elon Musk, pemilik media sosial (medsos) X meluapkan amarahnya saat tahu aplikasi asisten kecerdasan buatan (AI) buatan xAI, Grok, kalah peringkat dari ChatGPT di App Store.
Saat ini, ChatGPT berada di posisi teratas aplikasi gratis di App Store. Sementara itu, Grok berada diperingkat keenam dan chatbot milik Google, Gemini, berada jauh di posisi 57.
Dalam cuitannya di akun pribadinya di X, Elon Musk menuduh Apple melakukan praktik antimonopoli dengan sengaja mempersulit aplikasi AI selain milik OpenAI menjadi nomor satu.
“Apple berperilaku dengan cara membuat tidak mungkin bagi perusahaan AI mana pun selain OpenAI untuk mencapai peringkat nomor 1 di App Store, yang merupakan pelanggaran antimonopoli tegas,” cuit Elon Musk di X, Rabu (13/82025).
Dia menambahkan, “xAI akan segera mengambil tindakan hukum”. Meski begitu, dia tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim terhadap Apple tersebut.
Pengguna X Kasih 'Pencerahan' ke Elon Musk
Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). CEO Tesla tersebut menjadi saksi pertama dalam persidangan terkait masalah akuisisi SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)
Menariknya, komunitas di X sendiri justu memberikan 'pencerahan' ke Elon Musk. Mereka mengingatkan, DeepSeek sempat naik ke peringkat 1 di Apps Store pada Januari lalu, lama setelah Apple mengumumkan kemitraan dengan OpenAI.
Miliarder itu juga mengkritik, Apple tidak menampilkan X atau Grok di kategori "Wajib Dimiliki" Appl Store.
Cuitan Elon Musk ini memicu reaksi dari CEO OpenAI, Sam Altman, yang membalas sindiran dengan kalimat menohok.
"Ini adalah klaim luar biasa mengingat saya dengar didugaan dilakukan Elon untuk memanipulasi X demi keuntungan dirinya sendiri, dan perusahaannya serta merugikan pesaing dan orang-orang yang tidak disukainya," cuit bos OpenAI di X.