Teater Unik di Estonia, Pementasan Romeo dan Juliet Pakai Alat Berat

Bagaimana teater unik ini bisa menyampaikan emosi ke penonton menggunakan alat berat?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 13 Agustus 2025, 19:30 WIB
Ilustrasi Alat Berat (Foto by AI)

Liputan6.com, Tallin - Sebuah pementasan teater di Estonia sukses mencuri perhatian dunia karena pemainnya bukan manusia, melainkan deretan kendaraan berat.

Pertunjukan berjudul Romula ja Julia ini hampir tanpa dialog, hanya mengandalkan gerakan dan interaksi puluhan alat berat untuk menceritakan kisah cinta klasik karya Shakespeare.

Romeo digambarkan sebagai sebuah truk reli, sementara Juliet diperankan oleh Ford Ranger 4×4 merah. Adegan duel dramatis antara Tybalt dan Mercutio pun diwakili oleh dua ekskavator yang saling mengayunkan ember logamnya, dilansri dari Odditycentral, Rabu (13/8/2025).

Menurut sutradara Henrik Kalmet, ini adalah eksperimen besar untuk menjawab pertanyaan: bagaimana cara mementaskan karya klasik Shakespeare di masa kini, dan bisakah seniman menemukan cara baru untuk melakukannya?

“Kali ini, para tokohnya dihidupkan oleh ekskavator, loader, mixer semen, mobil pemadam kebakaran, bus kota, dan beberapa kendaraan kecil. Juliet sendiri dimainkan oleh Ford Ranger merah yang untuk pertama kalinya tampil di panggung,” ujarnya kepada ERR News.

Menyampaikan Pesan Lewat Alat Berat

ilustrasi quality time dengan menonton film bersama/copyright freepik.com/freepik

Rekan sutradaranya, Paavo Piik, menambahkan bahwa kontras antara mesin-mesin bertenaga besar dengan tema cinta dan puisi justru menjadi inti dari pendekatan eksperimental ini. Mereka mencoba mencari tahu apakah emosi bisa disampaikan lewat mesin, bukan aktor.

Meski pemainnya alat berat, penonton tetap bisa merasakan kehangatan kisahnya. “Walau yang main itu mobil, rasanya manis dan menggemaskan. Ada adegan di mana mobil-mobil itu seolah berciuman, energinya benar-benar tersampaikan. Manis dan penuh cinta,” kata seorang penonton kepada Reuters.

Pertunjukan unik ini digelar di bekas tambang kapur di dekat Rummu. Untuk menghidupkannya, dibutuhkan sepuluh pengemudi, dua mekanik, seorang ahli piroteknik, dan satu operator ekskavator.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya