PSG vs Tottenham: Jalan Panjang Les Parisiens, Spurs Era Baru dan Debut yang Bersejarah

PSG datang sebagai juara Liga Champions dengan modal impresif, menyingkirkan empat wakil Premier League di perjalanan menuju gelar.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 13 Agustus 2025, 12:59 WIB
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengangkat trofi di layar raksasa setelah final Champions League kontra Inter Milan, Sabtu, 31 Mei 2025, di Parc des Princes, Paris. (AP Photo/Michel Euler)

Liputan6.com, Jakarta UEFA Super Cup 2025 akan mempertemukan PSG dan Tottenham di Stadio Friuli, Udine, Italia. Laga Piala Super Eropa antara PSG vs Tottenham ini dijadwalkan kick-off pada Kamis, 14 Agustus 2025 pukul 02.00 WIB.

PSG datang sebagai juara Liga Champions dengan modal impresif, menyingkirkan empat wakil Premier League di perjalanan menuju gelar. Tottenham sendiri tampil di ajang ini untuk pertama kalinya setelah menjuarai Liga Europa musim lalu.

Pertemuan ini tak hanya soal trofi, tetapi juga ajang pembuktian dua pelatih dengan situasi tim yang kontras. Luis Enrique mempertahankan inti skuadnya, sementara Thomas Frank membawa nuansa baru di kubu Spurs.


Jalan Panjang PSG Menuju Puncak

Pemain Paris Saint-Germain (PSG) merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di stadion Parc des Princes di Paris, Kamis dini hari WIB (8-5-2025). (Thibaud MORITZ/AFP)

Musim lalu, PSG melibas Manchester City, Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal di ajang Liga Champions. Performa itu berbuah gelar pertama mereka di kompetisi paling prestisius Eropa.

Kemenangan atas Arsenal di semifinal menjadi kenangan manis bagi fans Tottenham. Namun, hal itu juga menjadi pengingat akan kualitas luar biasa yang dimiliki Les Parisiens.

Luis Enrique mengandalkan Ousmane Dembele dan Desire Doue sebagai motor serangan. Keduanya berperan besar dalam membawa PSG ke puncak Eropa.


Spurs di Era Baru Thomas Frank

Pemain Tottenham Hotspur, Yves Bissouma (kiri) menggiring bola dibayangi pemain Bayern Munchen pada laga persahabatan yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris, Minggu (11/08/2024) dini hari WIB. (AP Photo/PA/Bradley Collyer)

Tottenham memulai musim dengan pelatih baru, Thomas Frank, yang menggantikan Ange Postecoglou. Kehadiran Frank membawa rasa penasaran tentang gaya main Spurs yang akan ia bangun.

Musim panas ini, Spurs kehilangan sosok legenda, Son Heung-Min. Namun, mereka mengamankan Mohammed Kudus dan Mathys Tel untuk memperkuat lini depan.

Joao Palhinha juga datang sebagai pinjaman dari Bayern, menambah opsi di lini tengah. Frank kini memiliki komposisi pemain yang segar untuk mengarungi musim baru.


Pertaruhan Gaya dan Strategi

Musim lalu Son sukses memimpin Tottenham meraih trofi pertamanya dalam 17 tahun dengan kemenangan atas Manchester United di final Liga Europa. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Luis Enrique cenderung mempertahankan skema yang sudah terbukti sukses musim lalu. Kedatangan kiper baru Lucas Chevalier hanya menambah kedalaman skuad tanpa mengubah inti permainan.

PSG diperkirakan akan menurunkan skuad yang mengalahkan Inter 5-0 di final Liga Champions. Stabilitas ini bisa menjadi kunci untuk menguasai permainan.

Di sisi lain, Thomas Frank dikenal fleksibel dalam strategi. Formasi bisa berubah sesuai lawan, entah menggunakan tiga atau empat bek.


Debut Bersejarah Tottenham di Super Cup

Son Heung-min (tengah) mengangkat trofi untuk merayakan kemenangan bersama para pemain Tottenham setelah menjuarai final Liga Europa 2024/2025 di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/05/2025) WIB. Tottenham menang dengan skor 1-0 atas Manchester United. (AFP/Ander Gillenea)

Bagi Tottenham, ini adalah debut di ajang Piala Super Eropa. Dukungan fans di Udine akan menjadi dorongan besar untuk mereka.

Frank punya kesempatan emas meninggalkan kesan pertama yang positif. Menghadapi juara Eropa di laga perdana adalah ujian yang sempurna untuk membentuk karakter tim.

Para pendukung ingin melihat sejauh mana Spurs baru ini bisa mengimbangi tim sekelas PSG. Laga ini menjanjikan tensi tinggi, permainan terbuka, dan drama yang sulit dilupakan.

Sumber: UEFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya