Liputan6.com, Jakarta: PT Garuda Indonesia memastikan proses pemutusan hubungan kerja terhadap 233 teknisinya yang menolak bergabung dengan perusahaan baru akan selesai akhir Agustus 2003. Mereka adalah teknisi yang menolak bergabung dengan perusahaan baru GMF Aeroasia. Dipastikan, selama proses PHK berlangsung seluruh gaji dan fasilitas lainnya masih tetap diberikan. Demikian dikemukakan Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia, Pujobroto di Jakarta, Kamis (28/8).
Pujobroto menjelaskan, sebenarnya seluruh karyawan sudah diberikan kesempatan untuk bergabung ke perusahaan baru. Namun, hanya 2.517 orang atau 91 persen yang rela bergabung. Sementara sisanya menolak. Sedangkan kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan baru sudah berakhir pada 7 Agustus silam.
Sebelumnya, sekitar 400 teknisi PT Garuda Indonesia mengadukan nasibnya ke Departemen Transmigrasi dan Tenaga Kerja di Jalan Gatot Subroto Jakarta, awal Agustus. Mereka mendatangi Depnaker lantaran manajemen Garuda mengultimatum para teknisi untuk meninggalkan lingkungan kerjanya terhitung mulai 1 Agustus. Seperti diketahui, perusahaan lama Garuda Maintenance Facility ditutup dengan alasan unit perawatan pesawat sudah tak ada lagi di PT Garuda [baca: Ratusan Teknisi Garuda Mengadu ke Depnaker].(ORS/Christiyanto dan Anto Susanto)
Pujobroto menjelaskan, sebenarnya seluruh karyawan sudah diberikan kesempatan untuk bergabung ke perusahaan baru. Namun, hanya 2.517 orang atau 91 persen yang rela bergabung. Sementara sisanya menolak. Sedangkan kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan baru sudah berakhir pada 7 Agustus silam.
Sebelumnya, sekitar 400 teknisi PT Garuda Indonesia mengadukan nasibnya ke Departemen Transmigrasi dan Tenaga Kerja di Jalan Gatot Subroto Jakarta, awal Agustus. Mereka mendatangi Depnaker lantaran manajemen Garuda mengultimatum para teknisi untuk meninggalkan lingkungan kerjanya terhitung mulai 1 Agustus. Seperti diketahui, perusahaan lama Garuda Maintenance Facility ditutup dengan alasan unit perawatan pesawat sudah tak ada lagi di PT Garuda [baca: Ratusan Teknisi Garuda Mengadu ke Depnaker].(ORS/Christiyanto dan Anto Susanto)