Indonesia-Austria Tingkatkan Pendidikan Vokasi, Fokus pada Pariwisata dan Pengelasan di BPVP Banyuwangi

Kesepakatan tersebut resmi dituangkan dalam penandatanganan dokumen Development of Vocational Training Center Banyuwangi.

oleh nofie tessarDiperbarui 12 Agustus 2025, 18:15 WIB
(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Liputan6.com, Banyuwangi - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bersama Pemerintah Austria sepakat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi di Banyuwangi. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan kejuruan pariwisata dan pengelasan (welder) di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi. Kesepakatan tersebut resmi dituangkan dalam penandatanganan dokumen Development of Vocational Training Center Banyuwangi pada acara Inauguration of School Operation BPVP Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (11/8/2025).

Sejak berdiri pada 2019, BPVP Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Muncar telah menyelenggarakan ratusan pelatihan dan melatih ribuan peserta dari berbagai wilayah. Saat ini, BPVP mengembangkan tujuh kejuruan utama, yakni Pariwisata, Teknologi Pengolahan Pertanian, Fashion Technology, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Otomotif, Pertanian, dan Teknik Las.

 

(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Menaker Yassierli menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Austria atas kerjasama ini. Austria tidak hanya memberi dukungan pendanaan penuh tapi juga transfer pengetahuan, penguatan manajemen pelatihan, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas SDM pelatihan melalui supervisi dan pendampingan para ahli dari Austria

“Bidang pariwisata dan welder merupakan dua bidang yang saat ini banyak dibutuhkan. Ini adalah upaya untuk menghubungkan industri dan SDM dengan kompetensi yang terstandarisasi dan dibutuhkan,” kata Menaker Yassierli.

Yassierli berharap melalui kerja sama ini, masyarakat, khususnya generasi muda Banyuwangi dan sekitarnya, akan memiliki akses terhadap pelatihan keterampilan yang modern, berstandar industri, dan siap bersaing untuk masuk ke pasar kerja domestik maupun global.

“Banyuwangi sendiri dipilih untuk kerjasama yang strategis ini karena memiliki potensi ekonomi dan pertumbuhan pariwisata yang tinggi. Juga disini industri konstruksinya tengah berkembang dimana terdapat permintaan yang tinggi terhadap SDM dengan ketrampilan welder professional,” kata Menaker.

“Penguatan vocational training centre ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan industri. Harapan saya BPVP bisa menjadi pusat pelatihan vokasi di timur Jawa,” imbuh Menaker.

 

(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Duta Besar Austria Thomas Loidl mengatakan pengembangan pendidikan kejuruan tersebut merupakan bagian kerjasama panjang kemitraan selama 70 tahun dengan Pemerintah Indonesia.

“Austria punya tingkat non empemloyment yang sangat rendah, hal ini karena pendidikan vokasi kami yang kuat. Kami senang bisa terlibat dalam kerjasama ini. Saya berharap pengembangan pendidikan vokasi di Banyuwangi akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Kemnaker dan Austria yang telah melakukan penguatan pendidikan vokasi di Banyuwangi.

“Harapan kami dengan adanya pendidikan vokasi dengan standar internasional ini sebagai langkah peningkatan kualitas SDM daerah. Peluang anak-anak muda Banyuwangi semakin lebar untuk berkiprah hingga mancanegara. Bahkan bisa menjadi bekal untuk berwirausaha,” harapnya.

 

(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Ditambahkan Kepala BPVP Muncar Arsad untuk workshop pariwisata saat ini ada lima jurusan yang telah dibuka yakni management kitchen, management restaurant, management front office,house keeping dan tour guide. Masa pendidikan berlangsung selama 6-8 bulan yang dilanjutkan dengan on job training.

“Untuk workshop welder akan segera digulirkan. Pendidikannya gratis dan ada asrama bagi peserta dari luar kota. Informasi pendaftaran bisa diakses secara online,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dokumen kerja sama antara BPVP Banyuwangi dengan 10 mitra industri strategis di Banyuwangi dalam rangka penguatan kolaborasi pelatihan vokasi.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya